Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Quraish Shihab Dianugerahi Bintang Tanda Kehormatan oleh Pemerintah Mesir

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Rabu, 29 Januari 2020 |13:32 WIB
Quraish Shihab Dianugerahi Bintang Tanda Kehormatan oleh Pemerintah Mesir
Quraish Shihab menerima penghargaan dari Pemerintah Mesir. Foto: PSQ
A
A
A

PENDIRI Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), M. Quraish Shihab dianugerahi Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni oleh Pemerintah Mesir.

Perdana Menteri Mesir Musthafa Madbouli, mewakili Presiden Abdul Fattah al-Sisi, menyerahkan langsung bintang tanda kehormatan tersebut ke Quraish Shihab di acara Konferensi Internasional tentang Pembaharuan Pemikiran Islam yang digelar oleh Al-Azhar di Kairo, Mesir, pada 27-28 Januari 2020.

Dalam siaran persnya yang diterima Okezone pada Rabu (29/1/2020), Direktur PSQ Muchlis M Hanafi mengatakan penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Mesir kepada ulama dan cendikiawan Muslim yang berasal dari dalam dan luar Mesir.

Penghargaan itu dianugerahkan kepada figur yang telah berjasa dalam melakukan pembaharuan di bidang pemikiran Islam dan menyebarkan pemahaman Islam yang moderat dan toleran.

Selain Quraish Shihab, sejumlah cendikiawan Muslim lain juga mendapat penghargaan dari Pemerintah Mesir. Mereka yang dianugerahi bintang tanda kehormatan itu yakni:

  • (Alm) Syeikh Muhammad Mustafa al-Maraghi (1881-1945), Grand Syeikh al-Azhar kedelapan yang dikenal sebagai tokoh pembaharu pada masanya.
  • (Alm) Syeikh Musthofa Abdul Raziq (1885-1947), Grand Syeikh Al-Azhar ke-10, ulama dan tokoh pembaharu filsafat Islam di era modern.
  • (Alm) Syeikh Mahmoud Syaltut (1893-1963), Grand Syeikh Al-Azhar yang pertama kali mendapat gelar al-Imam al-Akbar, tokoh pembaharu dan perintis dialog antar mazhab (Sunnah-Syiah). Pada masanya, Universitas Al-Azhar membuka fakultas-fakultas umum.
  • Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar.
  • Prof. Dr. Nasr Farid Washil, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar.

  • Syeikh Muhammad Husein, Mufti al-Quds Palestina.
  • Syeikh Dr. Abdul Lathif Abdul Aziz Al Syeikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi.
  • Syeikh Dr. Sulthan al-Rumaitsi, Sekjen Majelis Hukama al-Muslimin, Uni Emirat Arab.

Lebih lanjut Pusat Studi Al-Quran melihat penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Mesir dan Al-Azhar al-Syarif kepada lembaga keislaman yang konsisten mengembangkan pemikiran keislaman yang moderat selama 1079 tahun, terhadap pemikiran dan sikap keislaman yang berkembang di Indonesia.

“Semoga penghargaan tersebut dapat memotivasi kita untuk menghadirkan Islam yang moderat dan toleran, dengan melakukan pembaharuan di bidang pemikiran yang berlandaskan Al-Quran dan Sunah,” tulis Muchlis.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement