Sejauh ini, menurutnya, sudah empat pasang yang bertemu jodoh melalui matrimonial service tersebut. Bisa dibilang sebagai prestasi mengingat layanan perjodohan ini baru lima tahun aktif. Untuk masuk database layanan perjodohan ini, tidak ada batasan umur.
"Terbuka saja. Tetapi sejauh ini yang lebih banyak terdaftar adalah usia 20-an dan 30-an. Pertengahan 20-an paling banyak. Mereka umumnya anak-anak dari anggota IMSA sendiri. Ada juga orang luar yang mendaftar ke database itu, dengan usia di atas 30 bahkan di atas 40 tahun, tapi persentasenya kecil," pungkas Wiwied.
(Fahmi Firdaus )