Tahun lalu Masjid Christchurch Linwood pernah diserang teroris yang menewaskan 7 jamaah hingga meninggal dunia. Ini merupakan peristiwa memilukan di Selandia Baru.
Namun, berkat dukungan kuat dari masyarakat sekitar, Masjid Christchurch Linwood bangkit kembali. Bahkan masjid ini akan dibangun lagi sebagai 'pusat toleransi'.

Masjid Christchurch Linwood akan dibangun kembali menjadi 'pusat toleransi'. Sebab tempat ini akan mengajarkan pentingnya toleransi antar umat beragama untuk melawan islamofobia.
Seperti dilansir dari About Islam, dikabarkan seorang investor telah membeli sebidang tanah di sekitar lokasi Masjid Christchurch Linwood dan akan mendanai pembangunan kembali masjid tersebut sebagai 'pusat toleransi'.
"Kami selalu ingin membangun sesuatu di mana setiap orang dapat menemukan ruang untuk diri mereka sendiri, bukan hanya muslim," kata Faisal Sayed, Sekretaris Jenderal Lembaga Amal Islam Linwood seperti dikutip dari Stuff.
"Kami ingin memastikan bahwa kami dapat menciptakan tempat di mana semua orang merasa inklusif dan kami dapat menyebarkan pesan perdamaian, martabat, dan toleransi," terang Sayed.
Pembangunan kembali Masjid Christchurch Linwood sebagai 'pusat toleransi' akan didanai oleh Zahid Foundation dan Humanitarian Services, sebuah yayasan amal di Uni Emirat Arab.
Masjid tersebut nantinya akan difungsikan juga sebagai pusat kajian, di mana orang lain akan berbagi nilai dan belajar menghargai dan memahami perbedaan.
"Kepada komunitas muslim yang terkena dampak luar biasa, bagi mereka itu akan menjadi sesuatu yang sangat mendalam dan signifikan secara spiritual," kata Sayed.
"Dalam proses penyembuhan banyak orang, itu akan memainkan peran besar," tambah Sayed.
Sebagai informasi, Christchurch adalah kota terbesar di Pulau Selatan Selandia Baru dan pusat Canterbury.
Wilayah ini merupakan tempat tinggal bagi 404.500 penduduk, menjadikannya kota terpadat ke-3 Selandia Baru di belakang Auckland dan Wellington.
Ribuan muslim Selandia Baru menandai peristiwa memilukan penembakan teroris Christchurch dengan doa dan layanan.
(Dyah Ratna Meta Novia)