PASIEN virus korona (COVID-19) meningkat dari hari ke hari. Pada awalnya yakni 2 Maret 2020 hanya dua warga di Indonesia yang terjangkit, namun pada Senin (16/3/2019) pagi tercatat 117 pasien yang terkena.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyatakan kasus COVID-19 adalah pandemi global. Jika sudah demikian, bagaimana langkah menyikapinya dalam sudut pandang Islam?
Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Firman Syah Ali memaparkan enam langkah islami dalam menghadapi virus korona COVID-19 , yaitu
1. Tenang
Berpikir positif kepada Allah. Orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah tidak akan pernah panik. Ketenangan hati adalah kunci sukses dalam melakukan langkah berikutnya.
2. Usaha
Pemerintah harus memberi petunjuk yang jelas kepada rakyat agar bisa selamat dari serangan COVID-19. Kemudian rakyat mesti mengikuti petunjuk resmi pemerintah (Ulil Amri Minkum), dan jangan ikuti pendapat orang-orang yang tidak berwenang dan tidak ahli, terutama di yang disebar di media sosial (medsos).
3. Doa
Usaha tanpa doa adalah sombong, namun doa tanpa usaha adalah sia-sia. Demikianlah tuntunan dalam Islam.
4. Tawakal
Setelah berusaha dan berdoa secara maksimal, maka serahkan hasilnya kepada Allah SWT.
5. Ikhlas dan Sabar
Terimalah jawaban Allah terhadap semua usaha dan doa secara ikhlas. Yakinlah bahwa segala sesuatu seburuk apapun pasti ada hikmahnya, maka dengan keyakinan itu Muslim akan sabar.
6. Syukur
Orang yang dapat memetik hikmah dari semua kejadian, dia tidak hanya bisa menikmati rasa sabar, tapi juga bisa menikmati lezatnya rasa syukur. Syukuri semua keputusan Allah karena itulah jawaban terbaik atas doa yang sudah dipanjarkan. “Orang yang pandai bersyukur akan senantiasa ditambah kenikmatan hidupnya sehingga tercapai kebahagiaan dunia-akhirat,” pungkas Firman.
(Abu Sahma Pane)