Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Air Zamzam Tidak pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jamaah? Ini Penjelasannya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |19:30 WIB
Mengapa Air Zamzam Tidak pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jamaah? Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (Foto: Dani Jumadil Akhir/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bagi jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji dan umrah di Makkah, membawa pulang air Zamzam adalah sebuah tradisi yang nyaris tidak pernah terlewatkan. Selama berabad-abad, sumur yang terletak di kawasan Masjidil Haram ini terus mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan jemaah dari seluruh dunia. Fenomena ini kerap memicu pertanyaan besar: mengapa mata air yang berada di tengah wilayah gurun gersang ini tidak pernah habis?

Pemerintah Arab Saudi, melalui lembaga riset resmi SGS (Saudi Geological Survey) dan Pusat Penelitian dan Studi Air Zamzam, telah melakukan berbagai kajian ilmiah untuk mengungkap rahasia di balik keberlanjutan sumur bersejarah ini. Jawabannya ternyata terletak pada keunikan kondisi geologis dan sistem hidrologi (siklus air) yang sangat efisien.

Sumur Zamzam memiliki kedalaman sekitar 30,5 meter. Sumber air utamanya berasal dari lapisan aluvium, yaitu endapan pasir dan kerikil hasil pelapukan batuan di atas wadi (lembah kering), serta dari rekahan batuan induk di bawahnya.

Mata air ini terus terisi ulang berkat curah hujan yang turun di sekitar wilayah pegunungan Makkah. Air hujan yang jatuh di lembah-lembah sekitar akan terserap ke dalam tanah dan mengalir melalui jaringan bawah tanah menuju pusat sumur. Proses pengisian kembali (recharge) yang terjadi secara konvensional dan alami ini menjaga volume air tetap stabil sepanjang tahun.

Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah pengelolaan teknologi modern oleh Pemerintah Arab Saudi. Otoritas setempat memantau debit air secara ketat menggunakan sistem digital 24 jam penuh. Melalui Proyek Air Zamzam Raja Abdullah bin Abdulaziz, proses pemompaan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan jemaah.

Ketika kuota jemaah melonjak tajam pada musim haji, tingkat penarikan air akan diatur sedemikian rupa agar tidak melebihi kapasitas kemampuan alami sumur untuk mengisi ulang dirinya sendiri. Mekanisme kontrol ini menjaga tekanan hidrostatik di dalam sumur tetap seimbang, sehingga mencegah risiko kekeringan jangka panjang.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement