Pemerintah meminta agar masyarakat tetap tenang menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19), di mana penyakit ini tengah menjangkit ke sejumlah negara termasuk di Tanah Air.
Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Robikin Emhas juga meminta masyarakat khususnya umat Islam tidak perlu terlalu panik menghadapi pandemi COVID-19 ini. Sebab kepanikan hanya berakibat merugikan.

"Betul, tak perlu panik berlebihan hadapi Corona. Selain bukan cara menghindari kemungkinan terjangkit COVID-19, kepanikan justru bisa merugikan orang lain. Bahkan diri sendiri dan keluarga," katanya kemarin.
Untuk sementara, terang Robikin, tempat-tempat ibadah seperti masjid memang ditutup demi menghindari penyebaran virus corona. Namun demikian kegiatan beribadah tetap harus dijalankan, meski harus di rumah.
"Sementara masyarakat jangan mendatangi tempat keramaian. Terus lakukan segala jenis peribadatan. Jangan hentikan salat berjamaah, tahlil, istighotsah, dzibaan, peringatan hari keagamaan, dan lain sebagainya. Namun lakukan di rumah masing-masing. Jangan menggelar kegiatan bersama di tengah COVID-19 mewabah seperti saat ini," ucapnya
Lebih lanjut, kata dia, syiar agama memanglah penting. Akan tetapi jangan karena alasan syiar tujuan agama terhalangi, serta tidak tercapai.
"Toh kita tahu keselamatan manusia merupakan tujuan agama, Islam. Untuk itu, mari jadikan peristiwa mewabahnya COVID-19 sebagai momentum untuk meneguhkan kesadaran bahwa Islam juga merupakan agama kemanusiaan," terangnya.
Selain itu, pesan kemanusiaan untuk menghadapi COVID-19 bisa disampaikan melalui media apa saja. Salah satunya dengan lagu agar lebih dipahami oleh masyarakat.
"Banyak cara bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan. Termasuk pesan kemanusiaan melawan COVID-19. No panic buyers dan self isolation adalah di antara pesan yang disuarakan melalui lagu ini," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)