Maraknya Wabah COVID-19 yang menyebar di penjuru dunia menyebabkan banyaknya korban berjatuhan. Pemerintah di berbagai belahan dunia juga menyerukan warganya untuk di rumah saja dan melakukan sosial distancing.
Kelompok-kelompok muslim di Inggris, termasuk para dokter muslim telah berulang kali menyerukan agar masjid-masjid ditutup selama wabah COVID-19 setelah beberapa masjid sempat menyelenggarakan Salat Jumat.

Ini merupakan tanggapan atas beredarnya rekaman media sosial yang menunjukkan jamaah yang sedang berdoa dan salat di sebuah masjid di Leicester, Inggris.
Banyak masjid telah menunda pelaksanaan salat berjamaah setelah mendapat imbauan dari Dewan Muslim Inggris.
Sekelompok dokter muslim, di Barat Laut Inggris juga meminta para pengurus masjid untuk mematuhi panduan dari Dewan Muslim. Meminta para jamaag agar salat dan berdoa di rumah masing-masing sebagai gantinya.
Seperti dilansir BBC, dalam sebuah pernyataan, para dokter mendesak para pemimpin masyarakat untuk mengambil tindakan drastis untuk menghindari kegiatan massal di masjid-masjid.
Gereja dan katedral di Inggris juga melakukan streaming khotbah setelah diperintahkan untuk menutup gereja selama tiga bulan karena wabah corona.
Gereja Inggris juga membatasi upacara pernikahan yang hanya boleh dihadiri lima orang.
(Dyah Ratna Meta Novia)