Pemerintah Yunani memberlakukan penguncian atau lockdown di beberapa kota berpenduduk mayoritas muslim di timur laut Yunani. Hal ini dilakukan setelah beberapa kasus virus corona baru atau COVID-19 ditemukan di daerah tersebut.
Seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 merupakan seorang pria berusia 72 tahun. Ia telah meninggal akibat corona.

Semua penghuni wilayah Xanthi telah diperintahkan untuk tinggal di rumah tanpa kecuali. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Perlindungan Sipil Yunani, Nikos Hardalias.
Sumber infeksi pertama tampaknya adalah kota kecil dengan 2.500 penduduk yang bernama Ehinos. Sebagian besar penghuninya adalah Suku Pomak, kelompok muslim asal Slavia yang sebagian besar tinggal di Bulgaria.
Hardalias mengatakan, meskipun warga diminta untuk juaga jarak dan tak boleh keluar rumah, namun pemerintah akan menyediakan makanan.
Seperti dilansir dari Ansamed, Jumat (27/3/2020), banyak Suku Pomak adalah pekerja migran yang tinggal di Italia, Prancis, Belanda, Belgia, dan Jerman. Namun mereka pulang kembali ke rumahnya setelah negara-negara ini mulai memberlakukan lokcdown dan menutup perbatasan mereka.
Terdapat 821 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Yunani. Sebanyak 22 orang positif virus corona meninggal.
(Dyah Ratna Meta Novia)