Suatu hari, seorang kiai ingin mengetahui visi dan misi hidup seorang santrinya. Hal ini sudah biasa di kalangan pesantren untuk menanamkan nilai-nilai beragama dalam keseharian. "Apa yang menjadi obsesi hidupmu di dunia?" sang Kiai melontarkan pertanyaan.
"Kalau bisa saya ingin punya empat orang istri, Kiai," si santri menjawab yakin.
"Serius kamu?" kata Kiai.
"Iya, Kiai. Istri pertama inginnya dari suku Jawa karena gadis Jawa paling bisa mengurus suami. Lalu, istri kedua semoga ditakdirkan dengan gadis asal Padang."
"Lho, kenapa orang Padang? tanya Kiai penasaran.