Larangan ke luar rumah ini karena Arab Saudi memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di wilayah Teluk, dengan 1.885 kasus positif dan 21 kematian hingga Jumat (3/4).
Sebelumnya pihak berwenang Arab Saudi mengarantina sebuah kawasan di bagian timur serta menutup sementara semua sekolah dan universitas di seluruh kerajaan itu dari Senin (9/3) hingga waktu yang belum ditetapkan akibat wabah virus corona.
Rangkaian kebijakan itu ditempuh ketika jumlah total kasus positif virus corona mencapai 15 kasus, sebut Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Di antara 15 kasus tersebut, ada empat kasus yang baru dilaporkan pada Senin (09/03). Keempat kasus itu mencakup satu warga Saudi, dua warga Bahrain, dan satu warga Amerika Serikat.
Arab Saudi telah menangguhkan perjalanan ke sembilan negara bagi warganya sekaligus menolak orang-orang dari negara-negara tersebut atau siapapun yang berada di sana selama 14 hari terakhir.
(Fahmi Firdaus )