SALAH satu amalan saat bulan Sya'ban adalah menjanlankan puasa sunah. Hal ini sangatlah dianjurkan oleh Rasulullah, terlebih bagi yang masih punya utang puasa Ramadan tahun lalu juga bisa membayarnya sekaligus (red. puasa Syaban dan qadha puasa).
Lalu bagaimana doa berbuka puasa gabungan antara sunah Syaban dan qadha Ramadan? Mengingat niat keduanya berberda namun bisa dilakukan sekaligus.
Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, doa berbuka puasa umumnya sama saja. Baik puasa sunah atau qadha. "Sama saja kalau doa berpuasa," katanya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/4/2020).
Berikut ini adalah doa berbuka puasa, baik sunah, wajib atau qadha:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Sementara itu, niat puasa sunah Syaban adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘ala
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah Ta'ala."
Kemudian, berikut ini adalah bacaan niat puasa qadha Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala.
Nisfu Syaban di tahun ini jatuh pada Rabu, 8 April 2020 dimana bertepatan dengan bulan ke-15 Syaban. Saat malam sebagian besar umat Islam juga memperbanyak amal saleh, seperti membaca istighfar, memperbanyak doa, membaca dua kalimah syadahat hingga membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali.
(Fahmi Firdaus )