BAGI seorang santri, karomah atau ilmu melebihi kemampuan rata-rata manusia menjadi sesuatu yang membuat sang kiai terlihat 'sakti'.
Begitulah yang dialami Kiai Aziz yang dikabarkan punya karomah oleh penduduk desa sekitar pesantrennya, yaitu naik motor tanpa bahan bakar minyak (BBM). Mendengar hal itu, Kang Takim penasaran dan berniat meminta amalan ilmu tersebut.
Setelah beberapa kali ditolak bertemu, Kang Takim tetap menerapkan prinsip man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pastilah akan mendapatkannya. Tak sia-sia, ia mendapat restu sang kiai setelah malam ketujuh.
"Begini Kang Takim, untuk menghidupkan mesin ucapkan Bismillah. Untuk melaju gunakan Alhamdulillah. Mengerem ucapkan Astaghfirullah. Oya, kecepatannya hanya boleh dipacu 20 km/jam," ucap Kiai Aziz.
Motor tanpa diisi BBM pun dinyalakan dengan mengucap Bismillah. Mesinnya menyala dilanjutkan dengan ucapan Alhamdulillah, motor langsung melaju.
Kang Takim yang tidak puas dengan laju motornya nekat menambah kecepatan. "Bismillah...bismillah...bismillah!"
Laju motor makin tak terkendali hingga sampai ke jalan berujung di tepi sungai. Kelabakan, Kang Takim teringat untuk mengucap, "Astaghfirullah...astaghfirullah...astaghfirullah!
Motor pun mendadak berhenti sejengkal di tepian sungai. Kang Takim lega sembari berucap,"Alhamdulillah nggak tercebur."
Mesin motor lalu berbunyi dan melaju melewati jarak sejengkal dari sungai. Byur.....
Diadaptasi dari buku Humor Para Kiai, Menebar Tawa Menuai Hikmah, karya Chalid Anwar
(Abu Sahma Pane)