3 Cara Unik Alawiyyin dalam Mendidik Anak, Salah Satunya Praktik Dulu Baru Teori

Sabtu 18 April 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 616 2200406 3-cara-unik-alawiyyin-dalam-mendidik-anak-salah-satunya-praktik-dulu-baru-teori-LBIK6Fv9LK.jpg Mendidik anak (Foto: The power of life)

SALAH satu kewajiban orangtua adalah mendidik anak-anak sesuai syariat. Misalnya mengajarkan ilmu agama sejak dini.

Setiap orangtua tentu memiliki cara berbeda ketika mendidik anak. Namun tahukan Anda, Kaum salafus shalih dari golongan Alawiyyin punya kebiasaan unik dalam mendidik anak.

Dikutip dari laman resmi Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Sabtu (18/4/2020), dalam kitab Al Manhajus Sawi karya Habib Zein bin Ibrahim bin Smith ba Alawi Al Husaini dijelaskan tiga kebiasaan salafus shalih dari golongan Alawiyyin ketika mendidik anak, yaitu :

Pertama, membawa anak-anak kepada ulama masyayikh. Mereka biasa membawa anak-anak yang masih kecil itu ke hadapan para masyayikh besar. Hal ini dilakukan agar mendapatkan keberkahan dan masyayikh mendoakan mereka.

Ini sebagai bentuk tabarruk kepada para ulama dan shalihin. Tak jarang anak-anak ini kelak menjadi pembesar dan orang terpandang sebab keistimewaan tabarruk tersebut.

Kedua, yang pertama kali diajarkan kepada anak-anak saat belajar berbicara ialah mengucapkan

رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا

“Aku Ridha kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul.

Ini berdasarkan ungkapan pengarang Matan Zubad dalam baitnya bab Ilmu Ushul (ilmu pokok).

أول واجب على الإنسان معرفة الإله بايستقان

Awal yang wajib bagi manusia ialah ma’rifatul ilah (mengenal Tuhan) dengan penuh keyakinan.

Ketiga, mendahulukan praktik, baru teori ilmu. Yang menarik, model pendidikan kaum salaf Alawiyyin kepada anak-anak ialah dengan mengajarnya praktik langsung sebelum teorinya diberikan (amal sebelum ilmu). Jadi bukan teori dahulu yang diajarkan baru kemudian praktek.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Justru ketika anak-anak mempraktikkan sesuatu itulah sambil dijelaskan kepada mereka, bahwa yang ini benar (haq) maka lazimkanlah, ini batil salah maka jauhilah.

Mereka juga tidak diperkenankan memakai imamah (surban) kecuali setelah anak-anak ini menghafal bidayatul hidayah secara mantap dan mempraktikan isinya.

Kaum salafus Alawiyyin ini amat memberi perhatian yang besar dalam aspek pendidikan anak. Mereka mendidik langsung anak-anak sebelum mengajarkan ilmu.

Setelah praktik itu mantap dijalankan, sehingga akhlak terbentuk. Jadi ketika kebaikan dan ketaatan itu telah mengakar, maka menjadi kebiasaan anak-anak, barulah diajarkan teorinya.

Oleh karenanya, sejak dini anak-anak itu dibangunkan di sepertiga malam agar terbiasa ketika dewasa nanti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini