Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Ziarah Kubur Tetap Dilakukan di Tengah Wabah COVID-19?

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |17:59 WIB
Tradisi Ziarah Kubur Tetap Dilakukan di Tengah Wabah COVID-19?
Foto: Okezone
A
A
A

Mengucapkan salam sebelum memasuki area pemakaman untuk melakukan ziarah, yakni sebagai bentuk penghormatan Rasulullah kepada para ahli kubur. Terlebih yang dituju adalah tempat peristirahatan terakhir ulama-ulama atau orang-orang salih dan salihah.

"Setelah mengucapkan salam, ziarah ke kuburan saat itu Nabi juga mengakhirinya dengan berdoa," katanya.

Doa yang dimaksud adalah: 

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya:"Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul kami. Sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian".

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement