SELURUH lapisan masyarakat Indonesia saat ini menikmati nuansa demokrasi dalam Pemilihan Umum dan demonstrasi menyuarakan pendapat di ruang publik. Sosok KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi salah satu pendorong nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.
Meyakinkan masyarakat Indonesia pada masa transisi Reformasi tahun 1998 bukanlah hal mudah. Gus Dur turun langsung untuk mengedukasi tentang demokrasi. Kecerdikan dan rasa humor Presiden RI ke-4 ini mampu menyentuh masyarakat akar rumput.
Dalam suatu sesi acara diskusi tentang demokrasi, Gus Dur ternyata tertidur sampai panitia membangunkannya saat ada seorang peserta bertanya.
"Ini diskusi tentang demokrasi ya? Nah, kebetulan tadi saya tertidur dan mimpi bertemu Bung Karno. Beliau menjelaskan kepada saya tentang makna demokrasi yang dipidatokan pada tanggal 1 Juni," urai Gus Dur tak lama setelah terbangun.
