Humor Gus Dur: Digoda Hantu Istana

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 614 2202484 humor-gus-dur-digoda-hantu-istana-coqtipmnUE.jpg Gus Dur Digoda Hantu Istana (Foto: Sunggingpriyanto Jaringangusdurian)

GREG Barton dalam buku Biografi Abdurrahman Wahid menyinggung sekelumit kisah tentang istana kepresidenan RI serta presiden yang menempatinya.

Presiden pertama RI Soekarno memilih Istana Merdeka sebagai tempat kediaman resmi, sementara Presiden Soeharto memilih tidur di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Sementara Gus Dur yang menjadi presiden RI ke-4 memilih tinggal di Istana Merdeka.

Tersiarlah kisah unik ketika Gus Dur sekeluarga pindah ke Istana. Sebelum masuk, mereka diinformasikan bahwa harus bernegoisasi dulu dengan roh halus penjaga Istana.

Kawasan Istana yang dulunya jarang ditempati diyakini berhantu, terutama di area kamar ujung ruang utama. Ruangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bendera pusaka hanya dibuka setahun sekali.

Putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid pernah membenarkan kabar keangkeran Istana Negara. "Istana memang seram. Ada beberapa ruangan yang tidak nyaman," katanya.

Gus Dur, imbuh Yenny, sempat beberapa kali 'digoda' makhluk halus. Ia mencontohkan, ketika sang ayah duduk santai, tiba-tiba kursinya bergoyang sendiri. Meski sempat kaget, Gus Dur berkomunikasi dengan makhluk tersebut.

"Wis, aku ngerti kowe ono, ojo ganggu aku ya (Sudah, saya tahu kamu ada, jangan ganggu saya,ya). Kamu di duniamu, saya di dunia saya sekarang," ujar Gus Dur saat itu.

Hantu-hantu Istana itu ternyata tidak kapok. Suatu saat Gus Dur mengadakan pengajian di Istana. Tiba-tiba pohon beringin depan halaman Istana mengeluarkan asap putih. Semua peserta pengajian ketakutan. "Nggak usah takut. Mereka semua ikutan ngaji," kata Gus Dur menenangkan jamaah.

Kegigihan Gus Dur untuk menjalin komunikasi dengan makhluk tak kasat mata tadi membuat keluarganya ikut berani tinggal di Istana. Bahkan Gus Dur sering mengingatkan supaya mereka bisa berdamai dengan makhluk lain.

"Caranya ya seperti Bapak. Ajak ngobrol, sapa, dan anggap saja mereka mau kenalan atau beri kesempatan kalau mereka juga tinggal di sini," ungkap Yenny lagi.

Memang diakui oleh beberapa staf istana kepresidenan, hanya di era Gus Dur, Istana Merdeka ramai dan tidak angker lagi. Semua orang bisa masuk Istana, mulai dari pejabat, politisi, kiai hingga masyarakat umum.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya