Mayoritas masjid-masjid di Iran kembali dibuka mulai Selasa kemarin setelah sebelumnya ditutup lantaran wabah corona.
Direktur Organisasi Pengembangan Islam, Mohammad Qomi mengatakan, keputusan untuk membuka kembali masjid-masjid di Iran dibuat melalui konsultasi dengan Kementerian Kesehatan.
Seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (13/5/2020), langkah pembukaan masjid ini dilakukan meskipun beberapa bagian negara mengalami peningkatan kasus infeksi virus corona. Misalkan, sebagaimana dilaporkan berita Tasnim, sebuah wilayah di Iran Barat Daya masih lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Khuzestan mengatakan, telah terjadi peningkatan tajam dalam kasus-kasus baru positif virus corona di seluruh provinsinya.
Jumat lalu, ibadah Sholat Jumat dilaksanakan kembali di 180 kota di Iran yang dianggap memiliki risiko rendah terhadap penularan virus corona setelah penangguhan dua bulan.
Dimulainya kembali Sholat Jumat masih dilarang di Ibukota Teheran dan beberapa kota besar lainnya. Sementara itu, pembukaan kembali 132 masjid hanya dilakukan di wilayah yang secara konsisten bebas dari virus corona. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, sekolah-sekolah akan dibuka kembali minggu depan.
Iran juga telah mencabut larangan perjalanan antarkota. Sementara itu, mal dan pusat-pusat perbelanjaan besar mulai dibuka kembali dan melanjutkan kegiatannya.
Jumlah total kasus infeksi corona di Iran per Rabu 13 Mei 2020 tercatat 110.767, dengan jumlah kematian 6.733 orang dan angka sembuh 88.357.
Iran merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang paling terpukul oleh virus corona. Namun mereka nekat melonggarkan pembatasan sosial demi nasib ekonominya.
Para pejabat kesehatan telah berulang kali memperingatkan bahwa pelonggaran pembatasan sosial dapat menyebabkan lonjakan jumlah infeksi virus corona yang baru. Namun rupanya himpitan ekonomi memaksa mereka mengambil opsi ini.
(Dyah Ratna Meta Novia)