MUI Izinkan Sholat Idul Fitri di Masjid, Apakah Tidak Berbahaya dari Sisi Kesehatan?

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 614 2214505 mui-izinkan-sholat-idul-fitri-di-masjid-apakah-tidak-berbahaya-dari-sisi-kesehatan-BgeZwbojDJ.jpg Ilustrasi. (Freepik)

Dalam kesempatan berbeda, Sekjen Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Abbas mengatakan, fatwa Nomor 28 Tahun 2020 dimaksudkan untuk melindungi umat dari virus corona atau COVID-19 selama pelaksanaan kegiatan Idul Fitri, seperti Sholat Ied hingga takbiran yang biasa dilakukan di malam lebaran.

Berikut isi lengkap fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Takbir Dan Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19 yang ditetapkan di Jakarta pada 20 Ramadhan 1441 H/13 Mei 2020 M oleh ketua Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. H. Hasanuddin AF, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr HM Asrorun Ni’am Sholeh MA, Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaedi MA, dan Sekretaris Jenderal MUI Dr H Anwar Abbas, M.M, M. Ag.

Ketentuan dan Panduan Hukum

I. Ketentuan Hukum

1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

2. Shalat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun

sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri (munfarid).

3. Shalat Idul Fitri sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya.

4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.

5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktifitas ibadah.

II. Ketentuan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Kawasan COVID-19

1. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat Islam yang:

a. berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

b. berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang).

2. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.

3. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah.

III. Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah

Kaifiat shalat Idul Fitri secara berjamaah adalah sebagai

berikut:

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram )أكبر هللا ) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar

7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah pendek dari Alquran.

8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar

10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya