"Soalnya orang-orang NU banyak yang gendheng (gila)," balas Gus Dur dengan kalem.
Mendengar jawaban Gus Dur yang asal itu, Jalaluddin terpancing. "Nampaknya anak Anda dikirim ke dunia untuk berkhidmad kepada bapaknya. Bukan untuk orang NU. Supaya bisa mengobati bapaknya," urai Jalaluddin dengan nada serius.
Gus Dur pun tertawa keras karena berhasil memancing respons rekan seperjalanannya agar sedikit rileks.
(Muhammad Saifullah )