Kreatif, Sholat Jamaah di Masjid Ini Diberi Pembatas Plastik

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 23:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 17 614 2215593 kreatif-sholat-jamaah-di-masjid-ini-diberi-pembatas-plastik-PM8x48DQfA.jpg Foto: iNews

SALAH satu cara yang cukup unik mencegah penularan virus corona (COVID-19) saat sholat berjaamah di masjid adalah dengan pembatasan shaf antarjamaah menggunakan plastik. Hal ini dimaksudkan agar tak terjadi sentuhan langsung antar jamaah sekaligus menghindari lontaran droplet.

Seperti yang diterapkan di Pondok Paseban Arrosuli di Desa Keji, Ungaran, Kabupaten Semarang. Pengurus masjid membuat inovasi memberikan batas plastik. Dengan cara tersebut, jamaah tak perlu berjauhan dan tidak khawatir terkena lontaran droplet.

"Ini memang kita sengaja membuat batas plastik transparan di antara jamaah salat. Agar kita bisa sholat jamaah tanpa saling berjauhan, namun protokol kesehatan tetap kita jalankan," kata pengurus Pondok Arrosuli, Abdul Qodir, Minggu (17/5/2020).

Batas plastik dipasang mulai dari lantai hingga setinggi 190 sentimeter. Beberapa lembar plastik dipasang memanjang dari belakang imam hingga batas luar musala. Sementara jarak antarplastik sekira 70 sentimeter.

"Untuk pemasangan plastik ini sudah kita perhitungkan, mulai tingginya itu berada di atas kepala kita. Sehingga bila ada jamaah yang batuk atau bersin, tak ada droplet yang muncrat ke jamaah di sebelahnya. Kalaupun kita senggolan dengan sebelah kan juga sudah terlindung plastik," urainya.

Lorong-lorong ruang plastik yang dipakai jamaah ini juga cukup nyaman untuk semua gerakan sholat termasuk saat duduk bersila. “Ukurannya sama persis dengan sajadah yang biasa kita gunakan," sambungnya lagi.

Qodir menyampaikan terdapat hadist Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yang menyebutkan shaf sholat mesti rapat dan lurus. Sebab, jika terdapat jeda atau renggang akan ditempati oleh setan. Untuk itu, dengan penggunaan batas plastik relatif tak jeda yang lebar antarjamaah.

"Yang terpenting adalah kita tetap bisa melaksanakan sholat berjamaah sesuai aturan agama, namun kita tetap melaksanakan anjuran pemerintah. Aturan kesehatan tetap kita taati. Kita sholat juga pakai masker, dan untuk wudhu sudah dilakukan jamaah dari rumah-masing-masing," katanya.

Tidak hanya batas plastik yang digunakan sekali saat sholat berjamaah. Pihaknya juga rutin menyemprotkan cairan desinfektan ke lembar-lembar plastik maupun lantai jika selesai menggelar sholat berjamaah.

"Kita rutin penyemprotan desinfektan untuk antisipasi jika mungkin ada droplet yang tertinggal di plastik maupun lantai. Kita tetap jaga kebersihannya. "Kita enggak tahu sampai kapan masa pandemi ini akan berakhir. Pemerintah kan juga bilang kalau kita mesti berdamai dengan COVID-19. Termasuk batas plastik ini juga sebagai upaya kita untuk berdamai dalam salat," bebernya.

Sementara itu, Abdul Lathif, warga sekitar mengaku nyaman ketika mengikuti sholat berjamaah yang menerapkan protokol kesehatan tersebut. Dia tak khawatir bakal terkena droplet, karena telah tertutup plastik di kanan maupun kirinya.

"Saya mendukung sekali dengan inovasi ini, karena bisa sholat dengan nyaman kembali. Kalau berjauh-jauhan kok rasanya enggak enak. Kan tujuannya berjauhan itu agar tak bersentuhan maupun terkena droplet, tapi dengan plastik ini kita akan terlindungi," ungkapnya.

Dia berharap, semua masjid atau mushola juga menerapkan inovasi serupa. "Semoga nanti bisa untuk sholat Jumat. Asal ada batas plastik dan semua tertib, tidak akan masalah. Apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan Salat Ied, semoga bisa diterapkan agar kita tidak Salat Ied di rumah. Ini (batas plastik) mungkin sebagai solusinya,"pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini