Orang yang Punya Hutang Bolehkah Membayar Zakat Fitrah?

Minggu 17 Mei 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 616 2215267 orang-yang-punya-hutang-bolehkah-membayar-zakat-fitrah-8HkcKjAWZo.jpg

Ramadhan menjadi salah satu momen bagi umat muslim untuk “memanen” ridho Allah Ta’alaa. Banyak ibadah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan yang mulia ini. Di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah diwajibkannya zakat fitrah.

Menjadi istimewa sebab ia merupakan salah satu dari beberapa macam zakat yang syarat wajibnya bisa dipenuhi oleh mayoritas umat muslim.

Pasalnya, ketentuan nishab tertentu bagi harta yang dimiliki seorang muslim untuk melakukan ibadah zakat fitrah tidaklah besar. Hanya apabila seorang muslim memiliki kelebihan harta untuk dirinya dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pada hari raya Idul Fitri, maka ia termasuk orang yang wajib menunaikan zakat fitrah.

(Baca Juga : Tata Cara Sholat Tahajud untuk Menyambut Malam Lailatul Qadar)

Adapun besarnya zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah satu sho’. Yaitu ukuran takaran yang mana terdapat beberapa perbedaan pendapat dalam hitungan timbangannya. Akan tetapi sebagai jalan tengah dan kehati-hatian dalam ibadah, para ulama menyarankan supaya membayarkan zakat fitrah sejumlah 2,5 sampai 3,0 kilogram.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أوْ صَاعًا مِن شَعِيْرٍ، عَلَى العَبْدِ والحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya: “Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ala’ihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil atau dewasa, dari orang-orang Islam, dan beliau menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat hari raya.” (HR. Bukhari)

Barang yang dizakatkan berupa makanan pokok yang lumrah pada orang yang dizakati. Jika konteksnya di Indonesia, maka zakat fitrah yang dibayarkan ialah beras.

Lantas, bagaimana jika ada seorang muslim yang mempunyai kelebihan harta namun ia masih terlilit hutang? Bolehkan muslim tersebut membayar zakat fitrah?

Syekh Zainuddin Ahmad al-Malibary dalam kitabnya: Fathul Mu’in memberikan pernyataan terkait hukum membayar zakat bagi orang yang mempunyai hutang. Murid dari Ibnu Hajar al-Haitami ini menjelaskan:

(Baca Juga : 3 Makna Lebih Baik dari Seribu Bulan Malam Lailatul Qadar)

“Zakat wajib dibayarkan sekalipun mempunyai tanggungan hutang kontan yang harus dibayar baik untuk Allah maupun untuk manusia. Maka secara jelas, hutang tidak bisa menggugurkan kewajiban zakat.”

Wajibnya membayar zakat bagi orang yang mempunyai hutang ini juga menjadi pendapat yang kuat dalam kalangan ulama madzhab Syafi’i. Sekalipun tanggungan hutangnya cukup banyak, hal tersebut tidak menghalangi kewajiban zakat. Termasuk zakat fitrah.

Beda halnya dengan pendapat dalam madzhab Hambali, hutang mampu menggugurkan kewajiban zakat. Dengan syarat orang yang punya hutang tidak mempunyai harta lain di luar kebutuhan pokok berupa sandang, pangan dan papan yang dapat digunakan untuk melunasi hutangnya. Sehingga dia hanya bisa melunasi hutangnya dengan harta yang dizakati saja.

Oleh: Agustini Nurur Rohmah

Penulis adalah Ketua Kopri PKC PMII DKI Jakarta, Pengurus Perkumpulan Alumni Maroko, Awardee Unusia International Student at Abdelmaleek University Morocco

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya