Humor Gus Dur: Jenderal Bintang Tiga

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 614 2216651 humor-gus-dur-jenderal-bintang-tiga-OGVm1rsKBW.jpg

KEDEKATAN KH Abdrurrahman Wahid atau Gus Dur dengan segala kalangan tidak terbantahkan. Mulai dari ulama, organisasi kepemudaan, pejabat sampai militer.

Pernah suatu ketika mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu diundang oleh pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam sebuah seminar. Saat itu Tjahjo Kumolo menjadi pucuk pimpinannya.

Ternyata hingga 30 menit Gus Dur belum tiba di tempat acara. "Apa mungkin Gus Dur nyasar?" ujar Tjahjo dengan nada cemas.

Eros Djarot yang menjadi panitia acara berasumsi lain. "Saya punya firasat Gus Dur ketiduran. Di seminar saja dia bisa tidur," ujarnya.

Panitia lainnya pun menduga-duga. "Wah, apa kena cekal nggak boleh orasi!"

Di tengah kegelisahan menanti sang kiai hingga satu jam, tiba-tiba sosok Gus Dur terlihat. "Maaf tadi saya harus mendengar pengarahan dari jenderal bintang tiga," ujar Gus Dur.

Ia langsung dipersilakan naik ke panggung. Tak lupa di hadapan para peserta seminar Gus Dur kembali meminta maaf sekaligus menceritakan alasan keterlambatannya.

"Baru bintang tiga saja sudah bisa menyetop orang, bagaimana kalau bintang sembilan!?" katanya mencairkan suasana dengam berkelakar.

Bintang sembilan yang Gus Dur sebut adalah lambang organisasi yang didirikan oleh sang kakek KH Hasyim Asy'ari, yakni Nahdlatul Ulama. Gus Dur ingin menunjukkan kalau kalangan militer seharusnya lebih merakyat.

*Diadaptasi dari buku Ger-geran Bersama Gus Dur (Edisi Spesial Mengenang Gus Dur) Penyunting: Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini