HARI raya Idul Fitri adalah momen yang sangat membahagiakan bagi seluruh umat Islam. Di waktu inilah kaum Muslimin mengharap bisa kembali fitrah, suci dari dosa.
Banyak dari kita begitu Lebaran tiba mengucapkan kalimah tahmid Alhamdulillah. Terkait pengucapan kalimat tahmid Alhamdulillah ini kita harus berhati-hati. Sebab, jangan sampai salah dalam berniat.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramahnya yang diunggah oleh akun Youtube 'Sang Pencerah'. Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan jangan sampai ketika mulut mengucapkan Alhamdulillah saat Lebaran, karena hari raya Idul Fitri sudah datang, tapi yang ada di dalam hati malah perasaan yang salah karena merasa tidak lagi harus beribadah.
"Banyak umat Islam begitu tiba Idul Fitri ramai-ramai bilang Alhamdulillah, tapi ucapan tahmid ini banyak yang keliru. Sebab diucapkan tidak pada tempatnya, karena lisan mereka saat bilang Alhamdulillah diikuti dengan perasaan dalam hati, 'Alhamdulillah sekarang tidak puasa lagi, tidak Sholat Tarawih lagi, tidak salat malam lagi, tidak perlu baca Alquran lagi, dan tidak perlu sibuk dengan amalan-amalan yang dikerjakan di bulan Ramadhan," jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Melafalkan pujian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena merasa telah selamat dari "penjara ibadah" inilah yang dimaksud Ustadz Khalid Basalamah sebagai sesuatu yang keliru. Bahkan ada juga yang merasa kini setelah Lebaran, tidak lagi bulan suci Ramadhan maka boleh berbuat maksiat lagi.
"Seakan-akan dia memuji Allah Subhanahu wa ta'ala, karena selamat dari 'penjara ibadah', orang-orang yang kayak gini yang keliru sekali. Bahkan luar biasanya mereka kembali ke kemasksiatan, seakan-akan mengatakan Alhamdulillah sekarang boleh lagi pacaran, boleh lagi makan uang haram, boleh lagi melakukan ini dan itu kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini tahmid yang keliru," tambahnya.