Menag: Idul Fitri Tahun Ini Lebih Bermakna

Hantoro, Jurnalis · Senin 25 Mei 2020 10:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 25 614 2219152 menag-idul-fitri-tahun-ini-lebih-bermakna-wv372NJA1M.jpg Menteri Agama Fachrul Razi. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

MENTERI Agama Fachrul Razi mengatakan hari raya Idul Fitri tahun ini lebih bermakna. Hal itu disebabkan umat Islam baru saja melalui bulan suci Ramadhan yang berbeda dari biasanya dampak pandemi global corona virus disease (covid-19).

"Saya sangat meyakini bahwa setelah berhasil melaksanakan puasa Ramadhan di masa pandemi ini, perayaan Idul Fitri kita justru lebih bermakna," kata Menag, dikutip dari lama resmi Kemenag, Minggu (24/5/2020).

"Kita melaksanakan tarawih dan witir secara mandiri. Kita mempercepat pengeluaran zakat mal dan fitrah di awal puasa. Kini kita menjalankan Sholat Idul Fitri tanpa keramaian seperti biasanya," imbuhnya.

Pandemi corona ini, menurut dia, menjadikan kaum Muslimin menjadi manusia yang benar-benar bertakwa yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalihan sosial.

"Kita menjadi umat yang salih, menjalankan tuntunan beribadah, sekaligus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama," tuturnya.

"Dengan demikian kita akan mencapai derajat yang paripurna sebagai al insan, al kamil. Manusia yang sempurna. Meski dengan berbagai keterbatasan," imbuhnya. 

 

Menag mengatakan Ramadan di tengah pandemi corona ini menyiratkan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan kembali kepada manusia bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama.

Bahkan, menurut dia, ketika terjadi pandemi cara ibadah pun menyesuaikan agar upaya penyelamatan nyawa dapat terlaksana.

"Musibah covid-19 ini secara tidak langsung telah semakin mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan," jelas Menag. 

Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu menjaga kondusivitas peribadahan selama Ramadan di Indonesia. Mulai Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas Islam, pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga tenaga medis yang berjuang menyelamatkan pasien covid-19.

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Islam yang menaati anjuran beribadah di rumah saja selama Ramadhan dan Lebaran.

"Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas ketaatan dan kegotongroyongannya dalam perang melawan covid-19," sambungnya

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini