Kisah Penjual Nasi, Diusir dari Kontrakan hingga Jadi Miliuner

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 330 2221594 kisah-penjual-nasi-diusir-dari-kontrakan-hingga-jadi-miliuner-W1hyEvS1Mc.jpg Ustadz Yusuf Mansur. (Foto Okezone)

SEDEKAH tidak akan mengurangi harta, namun justru bertambah. Itulah yang dikatakan dai kondang Ustadz Yusuf Mansur. Siapapun orangnya, tidak hanya seorang muslim, sedekah memiliki keutamaan yang begitu besar. Salah satunya melipatgandakan harta yang sudah dikeluarkan sebagai sedekah.

"Sedekah itu tidak pernah berkurang. Saya bilang, ngeluarin sedekah satu dibalas 10 dari Tuhan. Bagaimana sedekah itu bekerja? Ya itu semua dari Tuhan, karena memang janji Tuhan yang melalui berbagai proses," ujar Yusuf dalam acara Manager Forum MNC bertajuk "Keajaiban Sedekah", Jumat (29/5/2020).

Ustadz Yusuf berbagi cerita soal pengalaman yang dialami Imam Syafi’i. Seorang pedagang nasi di Surabaya, Jawa Timur. Sehari-harinya dia hanya mendapat untung dari hasil berjualan rata-rata Rp10.000 per hari. Syafi'i sempat kebingungan saat menunggak kontrakan yang biayanya mencapai Rp1,4 juta.

Sedangkan uang yang dimilikinya hasil menabung hanya ada sejuta dan kurang Rp400 ribu. Setelah bernegosiasi, akhirnya ia diberi waktu oleh sang pemilik kontrakan untuk melunasi tunggakannya.

Ilustrasi sedekah. (Foto: Istimewa)

Suatu hari, di bulan Januari 2007, Syafi'i mendengarkan tausyiah dari Ustadz Yusuf Mansur di salah satu acara televisi swasta tentang keajaiban sedekah. Saat itu dia mendengar jika seseorang menyedekahkan satu, maka akan dibalas 10 kali lipat.

"Gimana kalau kita pakai cara pak ustadz itu bu?" kata Syafi'i kepada istrinya yang masih galau memikirkan tunggakan kontrakan sebagaimana diceritakan Ustadz Yusuf.

Namun saat itu, sang istri tidak percaya, Meski begitu Syafi’i tetap bertekad menyedekahkan uangnya yang Rp1 juta itu. Sepekan berlalu, uang yang disedekahkan tak juga kembali sebagaimana diharapkannya.

Memasuki pekan kelima masih di tahun yang sama yakni 2007 (awal Februari), kayakinannya mulai diuji tentang sedekah. Apalagi, uang itu hanya satu-satunya tabungan untuk membayar kontrakan, meski masih kurang Rp400 ribu.

"Kemarin cuma kurang Rp400 ribu untuk bayar kontrakan, sekarang jadi kurang Rp1,4 juta," gerutu istri Syafi'i.

Namun, Syafi’i lagi-lagi percaya bahwa Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya. Sewa kontrakan belum juga dibayar, Syafi'i dan istrinya malah mencari rumah yang akan dijual. Dia pun mengetuk pintu salah satu rumah yang katanya dijual seharga Rp700 juta.

"Uang Rp1,4 juta aja susah nyarinya, apalagi Rp700 juta," keluh istri Syafi'i.

Syafi'i lalu dipersilakan si tuan rumah untuk masuk dan mengobrolkan harga rumah yang ditawarkan. Singkat cerita, disepakatilah harga Rp600 juta dan Syafi'i menyanggupinya dengan tempo pembayaran dua bulan kemudian secara cash!

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kembali ke soal kontrakan, batas akhir pembayaran sewa itupun tiba. Syafi'i dan istrinya mau tidak mau harus angkat kaki lantaran gagal membayar tunggakan sewa kontrakan senilai Rp1,4 juta tadi. Nah, dari sinilah awal Syafi'i mendadak jadi miliuner.

Usai diusir, Syafi'i pun pindah ke pasar pengungsi Sidoarjo, tepatnya Februari 2007. Di sana dia membuka lapak kecil memakai meja dan tenda ala kadarnya. Suatu hari dirinya didatangi polisi. Polisi itu menawari Syafi'i untuk menangani katering khusus buat pengungsi.

"Bisa saja pak, asal duitnya ada," kata Syafi'i menyanggupi tawaran si polisi tersebut.

Ustadz Yusuf mengatakan, Syafi'i saat itu kaget nyaris pingsan begitu mengetahui berapa nasi bungkus yang harus disiapkannya untuk melayani para pengungsi di sana. "Waktu saya mendengar berapa orang yang mesti saya layanin, saya hampir pingsan. Katanya ada 6.000 orang dan itu tiga kali makan," kata Ustadz Yusuf menirukan perkataan Syafi'i kala itu.

Selama dua bulan menangani katering pengungsi, Syafi'i meraup untung lebih kurang Rp1 miliar. Setelah punya uang Rp1 miliar, Syafi'i kembali mendatangi rumah yang dijual seharga Rp600 juta tadi. Rumah itupun dibayarnya secara cash, sedangkan sisanya Rp100 juta diberikan ke istrinya, dan hebatnya lagi, Rp300 juta sisanya kembali disedekahkan oleh Syafi'i.

Allah Subhanahu wa ta'ala kontan membalas sedekah ratusan juta Syafi'i itu dengan rezeki melimpah. Setelah melakoni bisnis kateringnya beberapa bulan, pada November-Desember 2007 Syafi'i kembali ketiban rezeki dengan mendapat kontrak katering yang nilainya mencapai Rp38 miliar. Dia dan istrinya pun mendadak jadi miliuner akibat sedekah.

"Dari kejadian diusir itulah Syafi'i menjadi milyuner, dia kaya karena sedekah. Intinya kita yakin, karena sedekah itu masalah keyakinan. Bahwa apa yang kita keluarkan akan dibalas oleh yang maha kaya, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala," pungkas Ustadz Yusuf Mansur. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya