New Normal, Ini Usulan 10 Protokol Kesehatan untuk Pesantren

Sabtu 06 Juni 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 614 2225512 new-normal-ini-usulan-10-protokol-kesehatan-untuk-pesantren-bPvcFVXxjU.JPG Wagub Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Instagram/@ruzhanul)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan protokol kesehatan bagi lembaga pendidikan pondok pesantren memasuki era new normal di tengah pandemi Covid-19. Agar penerapan protokol ini memenuhi standar baru, kalangan pesantren berencana meminta bantuan pemerintah.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar mengajukan 10 protokol kesehatan untuk pondok pesantren (ponpes) di wilayah itu. Protokol tersebut berlaku bagi seluruh jenis ponpes, baik itu salafiyah maupun pesantren berbasis sekolah.

"Ini rancangan bagi kami untuk membuat keputusan. Di mal, masjid, sudah ada SOP. Tapi pesantren tidak bisa gegabah, tidak bisa membuat keputusan tanpa terima masukan dari kiai atau ulama karena mereka yang paham situasi kondisi pesantrennya," ucap pria yang karib disapa Kang Uu, melansir laman VOA Indonesia, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: PBNU: Pemerintah Jangan Paksakan New Normal jika Tak Siap

Adapun 10 protokol kesehatan yang diusulkan Pemprov Jabar yaitu pertama, seluruh santri harus memakai masker. Kedua, santri selalu dicek suhu tubuhnya sehingga bisa ditindaklanjuti jika punya gejala Covid-19. Ketiga, santri harus selalu mencuci tangan setiap selesai beraktivitas.

ilustrasi

Selanjutnya keempat, pengurus ponpes harus menyiapkan fasilitas cuci tangan atau penyanitasi tangan di setiap tempat. Kelima, ponpes harus mengecek secara rutin kesehatan para ustadz/pengajar.

Keenam, penghuni ponpes dianjurkan mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Ketujuh, fasilitas ponpes harus rutin dibersihkan dengan disinfektan. Kedelapan, pesantren harus menyiapkan ruang isolasi proporsional, yang disesuaikan dengan jumlah santri, untuk mengantisipasi penularan jika ada kasus.

Baca juga: Kemenag Masih Kaji Pembukaan 28 Ribu Pesantren di Era New Normal

Kesembilan, jika ditemukan kasus Covid-19, maka segera hubungi layanan kesehatan. Kemudian kesepuluh, mengimbau para kiai untuk selalu memimpin doa atau shalawat bagi kalangan santri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam video conference dengan 59 perwakilan pengurus pondok pesantren (ponpes) se-Jabar, Jumat kemarin, Uu meminta masukan dari kalangan pesantren.

"(10 poin) ini belum ditetapkan karena menunggu dan mendengar masukan dari kiai. Nanti kami rumuskan kembali dan keputusan (baru) akan disampaikan lagi kepada para kiai,” ujarnya kepada para perwakilan ponpes.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH. Syukron Ma'mun mengusulkan agar santri melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum kembali ke pesantren.

"Kapan (pesantren) dibuka, kami tunggu arahan pemerintah. Jawaban Wagub bikin kami lega, karena yang siap (menerapkan AKB) boleh buka," terang dia.

"Selama di perjalanan, naik kendaraan umum, berinteraksi, apakah (santri) dijamin sehat? Maka di ponpes harus diukur ulang (suhu tubuh) dan menjalani lagi protokol,” tambah Kiai Syukron.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya