Jenis Manusia yang Paling Dicintai Allah

Kamis 11 Juni 2020 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 330 2228438 jenis-manusia-yang-paling-dicintai-allah-YU1QmD69HE.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

RASULULLAH Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam diutus Allah Subhanahu wata'ala ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sehingga amat bahagialah seseorang yang memiliki akhlak mulia. Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari).

Orang yang berakhlak baik akan mendapatkan kebaikan-kebaikan baik di dunia terlebih di akhirat. Di antara hamba yang paling dicintai Allah ialah mereka yang berakhlak baik. Selain beribadah kepada Allah, kita diharuskan memiliki akhlak atau adab yang baik.

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أحب عباد الله إلى الله أحسنهم خلقًا

Artinya: “Hamba yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala adalah yang paling baik akhlaknya,”.

Baca juga: Raja Salman Menyetujui Proyek Pengembangan Masjid Nabawi

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

Artinya: “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1941 dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201).

Ilustrasi

Melansir dari Sindonews, Asma' binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam karyanya berjudul "Ibadah Yang Paling Dicintai Allah", manusia terdiri dari jasab (tubuh kasar) yang melihat dengan mata, dan ruh dan jiwa yang melihat dengan mata hati, dan masing-masing punya bentuk dan rupa, bisa buruk dan bisa indah.

Khuluq (akhlak, perilaku) adalah ungkapan dalam jiwa yang tetap. Darinya muncul berbagai perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa membutuhkan berpikir dan tertunda.

Seseorang tidak dikatakan berakhlak yang baik sehingga hal itu menetap dalam tubuhnya, dan muncul darinya berbagai perbuatan dengan mudah. Adapun orang yang memaksakan satu perbuatan dengan berat maka tidak bisa dikatakan bahwa ini adalah akhlaknya.

Misalnya, orang yang berusaha memberikan harta karena kebutuhan sesaat atau diam saat marah dengan berat dan susah payah, tidak bisa dikatakan, akhlaknya adalah pemurah dan tidak pemarah.

Baca juga: Sholawat Penghapus Dosa 80 Tahun, Ini Cara Mengamalkannya

Sesungguhnya penampilan lahiriyah tidak mungkin mengubahnya, sementara akhlak merupakan kebalikan hal itu, di mana ia menerima perubahan. Karena inilah adanya agama, dakwah kepada akhlak yang mulia, amar ma’ruf dan nahi munkar, dan didapatkan wasiat, nasihat dan adab. Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang berbunyi:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri," (QS. Ar-Ra’d: 11).

Asma' binti Rasyid ar-Ruwaisyid lebih lanjut menjelaskan, sesungguhnya orang yang memiliki akhlak terpuji diberikan keutamaan agung ini karena orang yang puasa dan sholat di malam hari berjuang terhadap jiwa mereka dalam melawannya.

Persoalan akhlak dalam syariat Islam ialah persoalan yang sangat luas, tidak khusus dalam pergaulan sesama makhluk. Akan tetapi akhlak dan adab juga antara seorang hamba dan Tuhannya. Juga dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akhlak terhadap sesama manusia.

Akhlak yang bermanfaat adalah akhlak yang dilakukan seseorang dengan berharap pahala dari Allah Subhanahu wata'ala agar ia mendapatkan surga dan derajat yang tinggi kelak di akhirat. Semoga kita dapat istiqamah mengamalkannya sehingga mendapat ridho Allah dan syafaat Rasulullah di hari kiamat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya