RASULULLAH Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam diutus Allah Subhanahu wata'ala ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sehingga amat bahagialah seseorang yang memiliki akhlak mulia. Rasulullah bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari).
Orang yang berakhlak baik akan mendapatkan kebaikan-kebaikan baik di dunia terlebih di akhirat. Di antara hamba yang paling dicintai Allah ialah mereka yang berakhlak baik. Selain beribadah kepada Allah, kita diharuskan memiliki akhlak atau adab yang baik.
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أحب عباد الله إلى الله أحسنهم خلقًا
Artinya: “Hamba yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala adalah yang paling baik akhlaknya,”.
Baca juga: Raja Salman Menyetujui Proyek Pengembangan Masjid Nabawi
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda:
إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا
Artinya: “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1941 dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201).

Melansir dari Sindonews, Asma' binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam karyanya berjudul "Ibadah Yang Paling Dicintai Allah", manusia terdiri dari jasab (tubuh kasar) yang melihat dengan mata, dan ruh dan jiwa yang melihat dengan mata hati, dan masing-masing punya bentuk dan rupa, bisa buruk dan bisa indah.
Khuluq (akhlak, perilaku) adalah ungkapan dalam jiwa yang tetap. Darinya muncul berbagai perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa membutuhkan berpikir dan tertunda.
Seseorang tidak dikatakan berakhlak yang baik sehingga hal itu menetap dalam tubuhnya, dan muncul darinya berbagai perbuatan dengan mudah. Adapun orang yang memaksakan satu perbuatan dengan berat maka tidak bisa dikatakan bahwa ini adalah akhlaknya.
Misalnya, orang yang berusaha memberikan harta karena kebutuhan sesaat atau diam saat marah dengan berat dan susah payah, tidak bisa dikatakan, akhlaknya adalah pemurah dan tidak pemarah.
Baca juga: Sholawat Penghapus Dosa 80 Tahun, Ini Cara Mengamalkannya
Sesungguhnya penampilan lahiriyah tidak mungkin mengubahnya, sementara akhlak merupakan kebalikan hal itu, di mana ia menerima perubahan. Karena inilah adanya agama, dakwah kepada akhlak yang mulia, amar ma’ruf dan nahi munkar, dan didapatkan wasiat, nasihat dan adab. Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang berbunyi: