Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Muslim Astronaut: Tegaskan Bumi Bulat

Hantoro , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2020 |10:44 WIB
Deretan Muslim Astronaut: Tegaskan Bumi Bulat
Bumi dilihat dari luar angkasa. (Foto: Istimewa)
A
A
A

HAZZA Al Mansouri, astronot pertama Uni Emirat Arab, telah kembali dari misi luar angkasa. Ia pun meyakinkan publik dunia bahwa bumi memang bulat alias tidak rata.

"Ini bola. Saya telah melihatnya dengan mata saya sehingga saya bisa mengatakan ini kepada Anda sendiri," tutur Hazza Al Mansouri ketika berbincang dengan para ahli teori konspirasi dalam konferensi pers yang diadakan di Rusia, dikutip dari Al Araby, Kamis (11/6/2020).

Muslim astonaut ini meninggalkan bumi pada 25 September 2019 dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan dengan roket Rusia dalam ekspedisi untuk melakukan beberapa percobaan sains di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).

Ketika ditanya apa kata-kata pertamanya saat mendarat kembali di bumi pada 3 Oktober 2019, Al Mansouri mengucapkan, "Alhamdullilah yang gembira."

Ilustrasi astronaut. (Foto: Istimewa)

Sementara Muslim astronout lainnya, Datuk Dr Sheikh Muszaphar Shukor Sheikh Mustapha, asal Malaysia, juga mengungkapkan bahwa bumi berbentuk bulat.

Dr Sheikh Muszaphar Shukor menerangkan sulit mengartikulasikan bagaimana rasanya berada di ruang angkasa, tetapi ia menjelaskan bahwa bumi memang berbentuk bola.

"Geosfer, tepatnya. Hancur di kutub dan menggembung di Ekuator. Tidak seperti bola, tetapi lebih ke telur (dalam bentuk)," tulis Dr Sheikh Muszaphar Shukor dalam unggahan di akun Instagram-nya, dinukil dari Malaymail.

Selain dua sosok tersebut, masih banyak Muslim astronout yang pernah melakukan misi ke luar angkasa dengan berbagai misi. Berikut ini pemaparannya, sebagaimana dikutip dari Wikipedia:

1. Sultan bin Salman Al Saud

Sultan bin Salman Al Saud merupakan astronaut asal Arab Saudi. Ia menjadi Muslim pertama, warga negara pertama Arab Saudi, orang pertama dari Tanah Arab, dan keturunan keluarga kerajaan pertama di luar angkasa.

Sultan ke luar angkasa menjalankan misi STS-51-G pada 17 Juni 1985.

2. Muhammed Faris

Muhammed Ahmed Faris lahir pada 26 Mei 1951. Ia adalah seorang penerbang militer asal Suriah. Faris merupakan warga pertama Suriah dan kedua dari Tanah Arab yang terbang ke luar angkasa. Ia melaksanakan misi Mir EP-1 pada 22 Juli 1987.

3. Musa Manarov

Musa Khiramanovich Manarov lahir di Kota Baku, Azerbaijan, pada 22 Maret 1951. Ia adalah kolonel Angkatan Udara Soviet dan lulus dari Institut Penerbangan Moskow dengan kualifikasi teknik pada 1974. Musa terpilih menjadi kosmonot pada 1 Desember 1978.

Ia menjalankan misi Mir EO-3 pada 21 Desember 1987 dan Soyuz TM-11 pada 2 Desember 1990. Total ia berada di luar angkasa selama 541 hari.

4. Abdul Ahad Mohmand

Abdul Ahad Mohmand lahir pada 1 Januari 1959. Ia merupakan seorang mantan penerbang Angkatan  Udara Afghanistan.

Abdul Ahad Mohamand menjadi warga pertama Afghanistan dan Muslim keempat yang menjelajahi ruang angkasa.

Ia menjadi salah satu anggota kru Soyuz TM-6 dan menjalani sembilan hari di Stasiun Ruang Angkasa Mir pada 1988 sebagai Kosmonaut Riset Intercosmos.

Ia menjadi Muslim keempat yang mengunjungi ruang angkasa, setelah Sultan bin Salman Al Saud, Muhammed Faris, dan Musa Manarov.

Pada misi tersebut, Abdul Ahad Mohmand menjadi kosmonaut pertama yang memakai bahasa Pashto setelah membuat panggilan telepon ke Afghanistan.

5. Toktar Aubakirov

Toktar Ongarbayuly Aubakirov lahir pada 17 Juli 1946. Ia seorang pensiunan perwira Angkatan Udara Kazakhstan dan mantan kosmonaut.

Tokar Aubakirov menjalankan misi Soyuz TM-13 pada 2 Oktober 1991. Dia menjadi warga negara Kazakhstan pertama di luar angkasa.

6. Talgat Musabayev

Talgat Amangeldyuly Musabayev lahir pada 7 Januari 1951. Dia adalah seorang pilot uji coba dan antariksawan asal Kazakhstan yang terbang di tiga pesawat ulang alik.

Dua penerbangan ruang angkasa pertamanya adalah persinggahan jangka panjang di Stasiun Ruang Angkasa Rusia Mir. Soyuz TM-19 pada 4 November 1994 dan Soyuz TM-27 pada 25 Agustus 1998.

Penerbangan ruang angkasa ketiganya, Soyuz TM-32 pada 6 Mei 2001, adalah misi kunjungan jangka pendek ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional yang juga membawa wisatawan ruang angkasa berbayar pertama Dennis Tito.

Dia menjadi warga negara kedua Kazakhstan di luar angkasa. Total pernah selama 341 hari di luar angkasa.

Talgat Musabayev pensiun sebagai antariksawan pada November 2003. Sejak 2007, ia menjadi kepala Badan Antariksa Nasional Kazakhstan (KazCosmos).

7. Salizhan Sharipov

Salizhan Shakirovich Sharipov lahir di Rusia pada 24 Agustus 1964. Ia adalah antariksawan asal Kirgizstan.

Sharipov telah dua kali pergi ke luar angkasa. Pertama dalam misi STS-89 pada 20 Januari 1998, meluncur dari Amerika Serikat.

Kedua dalam Expedition 10 pada 14 Oktober 2004. Terbang dari Rusia.

Total ia pernah selama 201 hari di luar angkasa. Sharipov pensiun pada 18 Juli 2008.

8. Anousheh Ansari

Anousheh Ansari lahir di Kota Mashhad, Iran, pada 12 September 1966, namun berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dia merupakan insinyur dan co-founder serta ketua Prodea Systems Iran-Amerika.

Prestasi bisnis sebelumnya termasuk menjabat sebagai co-founder sekaligus CEO Telecom Technologies Inc (TTI).

Keluarga Anousheh Ansari juga merupakan sponsor Ansari X Prize.

Pada 18 September 2006, beberapa hari setelah ulang tahun ke-40, ia menjadi orang pertama Iran di ruang angkasa, dengan misi Soyuz TMA-9.

Dia menjadi perempuan angkasawan pertama, sekaligus Muslimah pertama di luar angkasa.

9. Aidyn Aimbetov

Aidyn Akanovich Aimbetov lahir pada 27 Juli 1972. Ia adalah seorang kosmonot Kazakhstan.

Ia menjalankan misi luar angkasa Soyuz TMA-18M pada 2 September 2015.

Aidyn Aimbetov menjadi warga negara ketiga Kazakhstan yang menjelajahi luar angkasa.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement