Bayangkan jika asnaf fi sabilillah ini digarap dengan serius dan didukung dengan pendanaan yang memadai. Maka pada waktunya kita akan menghasilkan generasi pejuang umat di berbagai sendi kehidupan. Itu artinya umat akan memanen investasi yang telah dikeluarkan lewat zakat yang mereka tunaikan.
Sebaliknya jika para LAZ abai untuk menggarap asnaf fi sabilillah, maka umat tidak akan memiliki generasi elite dan strategis yang memperjuangkan dan membela kepentingan mereka. Bisa jadi umat Islam kembali hanya akan menjadi objek kebijakan yang merugikan.

Pertanyaannya, mengapa sampai saat ini sedikit sekali LAZ yang serius menggarap asnaf fi sabilillah? Barangkali karena asnaf fi sabilillah merupakan investasi jangka panjang. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk bisa memanen.
Padahal jika value kepemimpinan dan keberpihakan pada keadilan telah terinternalisasi dengan kuat, sebetulnya kita tinggal menunggu masa berbuah. Sebab, para penerima asnaf fi sabilillah tersebut hanya perlu dibina dalam jangka waktu tertentu. Selebihnya mereka dapat mengembangkan diri secara mandiri menuju bidang kontribusi terbaiknya.
Akhirnya, bila asnaf fi sabilillah tergarap dengan optimal, maka bolehlah kita katakan di situlah terletak masa depan para dhuafa dan mustadh’afin.

Oleh Muhammad Syafi’ie el-Bantanie
Direktur DD Pendidikan
(Hantoro)