Hingga kini, Studia Islamika merupakan salah satu rujukan utama dalam hal kajian keislaman khususnya dalam melihat perkembangannya di Indonesia dan Asia Tenggara.
Menurut versi Google Scholar, tercatat bahwa jurnal ini telah dikutip oleh artikel-artikel lainnya sebanyak 2,596 kali. Sebuah angka yang sangat tinggi untuk sebuah terbitan kajian ilmu sosial keislaman. Adapun tingkat kutipan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah 400 kali dikutip.
Dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (12/6/2020), Azyumardi Azra menyatakan bahwa capaian ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Para penulis, dosen, dan peneliti akan berupaya untuk meningkatkan kualitas tulisannya masing-masing sehingga dapat diterbitkan di jurnal-jurnal imiah bereputasi internasional. Hal ini akan menguatkan Indonesia sebagai kiblat perkembangan kajian keislaman di dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Ismatu Ropi, Ph.D selaku Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta menyatakan pandangannya atas capaian tersebut. Menurutnya, Studia Islamika adalah simbol perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Tidak hanya bagi PPIM sendiri sebagai penerbit, melainkan juga bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) secara umum.
(Salman Mardira)