Begini Ciri-Ciri Muslim Moderat

Selasa 16 Juni 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 614 2230786 begini-ciri-ciri-muslim-moderat-q8viEWiZWE.jpg Masjid Istiqlal, Jakarta (Okezone.com/Fadel)

WAWASAN moderat diperlukan bagi seorang Muslim agar mampu menerjemahkan Islam rahmatan lil ‘alamin sesuai tuntutan Rasulullah SAW dan salaful shalih, serta selamat dari ajaran radikal.

Para santri Pondok Pesantren Sabilurrahim, Mekarsari, Cileungsi, Bogor, dituntu memiliki sikap demikian.

 Baca juga: Tiga Rumah yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya ajaran Islam itu pada dasarnya memudahkan, memberikan solusi yang melegakan, menghargai perbedaan serta memahami keterbatasan manusia. Karena itu Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya bahwa “agama itu mudah, dan tidaklah seseorang itu mempersulit agamanya, melainkan ia sendiri yang akan kerepotan.” (H.R. al-Bukhary, an-Nasai, dan al-Baihaqy)

Pondok Pesantren Sabilurrahim KH Cep Herry Syarifuddin mengulas ciri-ciri Muslim yang menjalankan ajaran Islam yang moderat seperti dikutip dari jaringansantri.com, sebagai berikut:

1. Beragamanya gampang, tidak mempersulit, tidak ribet.

contoh sederhananya, seorang Muslim yang moderat tidak memaksakan diri atau orang lain untuk memakai cadar. Karena cadar itu sendiri sudah ada sebelum datangnya Islam ke jazirah Arab. Lagi pula jika mayoritas daerah itu tidak bercadar, lalu memaksakan diri untuk bercadar, maka hukumnya makruh (tidak disukai).

3. Beragamanya luwes , flexibel, tidak kaku.

Dalam prakteknya, seorang Muslim yang moderat itu tidak boleh memusuhi perayaan tahun baru Masehi. Karena baik tahun baru Islam (yang perhitungannya berdasarkan perjalanan bulan) dan tahun baru Masehi (yang perhitungannya berdasarkan perjalan matahari) kedua-duanya adalah ketentuan Allah. Asalkan merayakannya tidak dengan perilaku yang berlebih-lebihan atau mengandung kemaksiyatan.

4. Toleran, menerima dan menghargai perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, perbedaan golongan, suku dan bahasa.

Muslim yang moderat itu harus menghargai perbedaan pendapat di kalangan ulama, tidak menyalahkan orang lain yang berbeda pendapat dengannya, dan tidak merasa benar sendiri. Contoh menghargai perbedaan pendapat tentang boleh/tidaknya mengucapkan selamat natal kepada orang Kristen dan semacamnya. Yang membolehkan pegucapan tersebut beralasan sebagai etika sosial, tanpa disertai keridhaan akan kesesatan mereka, sedangkan yang melarang itu beralasan takut tergolong meridhai kesesatan mereka.

5. Pemikirannya bijaksana, tidak hitam-putih alias tidak ada kompromi.

Maka Muslim yang moderat harus meluaskan cakrawala pemikirannya dengan banyak membaca, banyak berguru, banyak bergaul, serta banyak dialog, sehingga tidak aneh atau tidak kagetan dengan perbedaan pendapat, perbedaan cara pandang, sikap, maupun tradisi yang beraneka ragam. Dengan begitu akan lahir kearifan dan kedewasaan intelektual. Tidak mudah memvonis seseorang bersalah, tidak memberikan solusi yang mempersulit orang atau mengajarkan sikap dan praktek beragama yang eksklusif, kaku, dan terlalu ketat.

6. Tidak berlebih-lebihan dalam beragama, sewajarnya saja.

Muslim yang moderat selalu menerapkan ajaran agama sewajarnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak berlebih-lebihkan dalam segala hal, baik makan minum, berpakaian, beribadah, belajar, berpolitik, mengidolakan seseorang dan lain sebagainya. Karena sesungguhnya ALLAH SWT tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan. (Q.S.al-An’am : 141)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

7. Memahami dan mengembangkan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin serta trilogi ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa setanah air), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

 

Dari sini dipahami alasan Banser menjaga gereja adalah pertama, mengamalkan ukhuwah wathoniyah; kedua, menjaga nama baik Islam, karena jika umat Islam yang mayoritas tidak bisa melindungi minoritas non Muslim, maka Islam juga yang akan buruk citranya; ketiga, menjaga keutuhan bangsa, sehingga tidak ada jalan baik provokator untuk mengadu domba antar pemeluk agama di nusantara ; keempat, menyelamatkan nama baik negara di mata dunia internasional.

Jika terjadi pemboman tempat ibadah non Muslim, secara langsung Indonesia dianggap negara yang tidak aman, dan bantuan atau kerjasama dengan negara kita pun dalam bidang militer, ekonomi, pendidikan, sosial dan lain-lain akan dibatalkan atau diembargo.

Ayo masukkan putra-putri Anda ke sekolah berbasis pesantren yang mengajarkan kemoderatan dalam beragama, bukan yang mengajarkan radikalisme dalam beragama. Carilah pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdhiyyah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya