Kota Najran di Saudi Siap Jadi Museum Prasasti Batu Terbesar di Dunia

Hantoro, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 615 2230771 kota-najran-di-saudi-siap-jadi-museum-prasasti-batu-terbesar-di-dunia-59jBQtAKiN.jpg Kota Najran di barat daya Arab Saudi. (Foto: Saudigazette)

PARA arkeolog Arab Saudi menyatakan wilayah selatan Kota Najran dibuat untuk menjadi museum terbuka batu prasasti terbesar di dunia. Mereka pun menyematkan harapan kepada tim peneliti yang saat ini menjalankan misi. Sebelumnya ada banyak penemuan prasasti batu di wilayah yang merupakan salah satu daerah seni cadas terkaya di dunia.

Pencarian prasasti masih dilakukan, terutama di situs yang dikenal sebagai Bir Hima, yang penuh prasasti dan gambar batu yang unik. Bir Hima adalah satu di antara 10 situs yang telah disetujui, mengikuti permintaan Kementerian Pariwisata, untuk didaftarkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Mengutip dari Saudigazette, Senin (15/6/2020), Najran terkenal dengan situs historis dan arkeologisnya yang kaya dengan tulisan dan tulisan batu kuno. Prasasti tersebut menceritakan kisah-kisah peradaban berturut-turut yang terus berdiri dalam gambar setelah ribuan tahun.

Ada sekira 100 situs yang penting secara historis dan arkeologis. Penemuan arkeologis baru-baru ini di wilayah tersebut, yang dilakukan oleh tim khusus Saudi dan internasional, mengungkap peradaban yang berasal dari Zaman Batu.

Menurut penemuan terbaru, asal usul peradaban Najran berasal dari periode Paleolitik Muda. Para peneliti juga menemukan jejak danau yang sangat tua yang kini telah menghilang, menunjukkan bahwa daerah ini secara historis penting dengan kerajaan Arab kuno memperebutkannya untuk mengendalikan oasis hijau ini.

Juga telah diperjelas bahwa lokasi ini signifikan secara ekonomi karena jalur utamanya menjadi salah satu rute perdagangan paling penting ketika itu.

Lokasi strategis Najran berkontribusi pada hal tersebut dan menjadi bagian untuk suku-suku Arab barat dan tengah. Najran dibedakan oleh kehadirannya di antara beberapa negara yang memiliki peradaban sendiri.

Fakta ini menjadikannya rute penting perdagangan kuno, yang menuju ke timur laut Semenanjung Arab, sampai Mesopotamia atau Makkah, Madinah, dan Al Ula; kemudian Petra, Levant, dan Mesir.

Najran adalah pusat penting di sepanjang Rute Dupa. Karavan yang berasal dari sumber di Yaman melewati Najran sebelum berbelok ke utara.

Wilayah ini memiliki monumen dan situs penting yang berasal dari periode Bizantium, Umayyah, dan Abbasiyah, yang semuanya menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan tujuan komersial serta pertanian yang penting, dengan kedalaman budaya yang luar biasa.

Bir Hima dianggap sebagai situs pahatan batu terbesar di sana. Terletak sekira 130 kilometer di utara Najran, menampung beberapa situs arkeologi seperti Gunung Sidah, Gunung Hima, Ain Jamal, Shasaa, dan lokasi yang kaya akan prasasti serta gambar, yang merupakan cara pertama manusia untuk menulis alfabet kuno.

Prasasti dan gambar batu di situs ini adalah kesaksian historis atas upaya manusia untuk menulis alfabet yang dikenal sebagai kaligrafi "Musnad Selatan".

Berkembangnya perdagangan di wilayah ini sebagai rute kafilah kuno dikaitkan dengan keberadaan Sumur Hima, dan ini berkontribusi pada penyebaran alfabet.

Mereka yang melintasi rute ini mengingatnya melalui ingatan dan gambar di kaligrafi Al-Thamudi dan Musnad Selatan, di sepanjang jalan, di sekitar gua, dan di kaki gunung di Sumur Hima.

Bir Hima berisi tujuh sumur, termasuk Hamata, Suqya, Jannh, Umm Nakhlah, dan Al Qarayen yang sebagian besar digali di bebatuan, dan mereka dianggap sebagai landmark peradaban kuno di tempat ini.

Gua dan gunung mengelilingi situs dari semua sisi, kecuali sisi timur, yang penuh dengan gambar dan prasasti batu yang mencakup gambar manusia dan hewan.

Seni cadas Bir Hima adalah ekspresi fasih dari hubungan antara manusia dan lingkungan. Banyak gambar dan ukiran yang memberi kesaksian tentang perubahan iklim, migrasi satwa liar, dan evolusi umat manusia di wilayah tersebut.

Tim penelitian Arab Saudi-Prancis yang melakukan eksplorasi menemukan banyak prasasti dan gambar batu, termasuk manusia dan hewan.

Tema-tema prasasti ini beragam, mencerminkan aspek kehidupan manusia di era-era tersebut seperti berburu, perang, dan menari. Metode ukiran juga beragam, menggunakan teknik ukiran dan pewarnaan yang berbeda.

Tim ini juga menemukan banyak prasasti kaligrafi Musnad yang terkenal di bagian selatan Semenanjung Arab. Banyaknya naskah Musnad di Najran menunjukkan pentingnya rute perdagangan dalam menghubungkan Arab selatan dengan bagian tengah dan utara Semenanjung Arab.

Wilayah tersebut menjadi tujuan populer dan target kerajaan Arab selatan, seperti Sabaeans dan Himyarites, terutama selama tiga abad sebelum kedatangan Islam.

Misi Saudi-Prancis berhasil menggali prasasti Nabatea di situs Mawadi Shamsa dan menemukan prasasti Kufi yang tersebar di situs-situs di wilayah tersebut yang berasal dari abad pertama dan kedua setelah hijrah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini