Melihat Alquran Peninggalan Dinasti Timurid yang Ditulis di Kertas Emas

Hantoro, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 615 2231385 melihat-alquran-peninggalan-dinasti-timurid-yang-ditulis-di-kertas-emas-QDbsLEFtT2.jpg Kitab suci Alquran peninggalan Dinasti Timurid. (Foto: The Islamic Information)

DITEMUKAN sebuah kitab suci Alquran peninggalan Dinasti Timurid (Timuriyah) yang ditulis di kertas berlapis emas. Alquran ini menggunakan material kertas yang dilaporkan berasal dari China.

Mengutip dari The Islamic Information, Rabu (17/6/2020), hal tersebut bisa terjadi berkat hubungan kerja sama Dinasti Timurid dengan Dinasti Ming sekira abad ke-15.

Dalam kerja sama tersebut biasanya kedua belah pihak membawa sejumlah barang untuk dipertukarkan, di antaranya kertas berharga berlapis emas, kain sutra, dan tembikar.

Meskipun telah digunakan selama berabad-abad lalu, kertas emas asal China yang tertulis ayat-ayat Alquran tersebut masih terlihat sangat indah dan memiliki warna cerah.

Kemudian dalam Alquran ini juga terdapat halaman-halaman yang berwarna biru, hijau, merah, oranye, dan ungu. Hal ini terjadi karena ketika itu penggunaan kertas berwarna dalam penulisan naskah sedang banyak digunakan dalam dunia Islam.

Mereka juga mempertahankan tekstur sutera dan penggunaan teknik kertas dengan timah putih.

Alquran emas ini dilaporkan akan dilelang di London pada 25 Juni 2020. Harga yang ditawarkan sekira USD800 ribu hingga USD1,2 juta.

Mengutip dari Wikipedia, Timurid atau Timuriyah adalah dinasti Islam Sunni di Asia Tengah yang meliputi seluruh Asia Tengah, Iran, Afganistan, Pakistan, dan sebagian India serta Mesopotamia.

Kekaisaran ini didirikan oleh penakluk legendaris Timur Lenk pada abad ke-14.

Asal mula Dinasti Timurid kembali ke konfederasi nomaden Mongolia yang dikenal sebagai Barlas, dan merupakan sisa-sisa tentara Mongol milik Jenghis Khan.

Setelah menaklukkan Asia Tengah, Barlas menetap di Turketan, yang kemudian dikenal sebagai Mogulistan atau Tanah Mongol, dan bercampur dengan Turki beserta orang yang berbahasa lokal di sana, sehingga pada pemerintahan Timuriyah Barlas di-Turkisasi-kan dalam hal bahasa dan kebiasaan.

Kemudian setelah memeluk Islam, Turki Asia Tengah juga mengadopsi budaya sastra dan tinggi Persia yang mendominasi Asia Tengah sejak awal pengaruh Islam.

Sastra Persia berpengaruh dalam asimilasi elite Timurid dengan budaya kesopan-santunan Persia-Islam.

Timur Lenk adalah seorang Muslim yang mengagumi tarekat Naqsabandiyah yang berkembang di wilayah Transoxiana. Akan tetapi, ulama yang menjadi penasihat bidang keislaman adalah Abdul Jabar Khwarazmi, seorang Sunni Mazhab Hanafi.

Di Kota Tirmidz, Timur Lenk mendapat didikan dari Sayyid Baraka yang juga merupakan seorang ulama dan Ahlul Bayt. (han)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini