Doa Berlindung dari Perbuatan Bodoh

Senin 22 Juni 2020 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 618 2234106 doa-berlindung-dari-perbuatan-bodoh-q9OdV6f1tp.jpg Ilustrasi berdoa. (Foto: Shutterstock)

DOA adalah sumber kekuatan dan harapan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Profesor Affiff At Tabbarah dalam Ruhud Dienul Islam menjelaskan bahwa berdoa merupakan fitrah dan naluri yang tumbuh dalam diri setiap manusia.

Setiap orang senantiasa ingat dan rindu kepada Tuhan yang akan memberikan perlindungan kepadanya di waktu kesulitan atau untuk menghindarkan sesuatu kejahatan. Berhadapan dengan peristiwa-peristiwa kehidupan ini, manusia sangat lemah.

Mengutip dari Tebuireng Online, Senin (22/6/2020), Islam mengajarkan pentingnya doa di samping ikhtiar. Doa bukanlah pengganti usaha dan ikhtiar, tapi memperkuat usaha dan ikhtiar. Doa satu-satunya kekuatan dan harapan orang beriman tatkala segala ikhtiar telah dijalankan.

Semua peristiwa di alam ini tidaklah diserahkan begitu saja kepada hukum-hukum alam seperti mesin yang bergerak otomatis, tetapi di balik hukum-hukum itu ada hukum lain yaitu iradah Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Menentukan.

Seperti ditulis Sayyid Quthub dalam kitabnya Fi Zhilalil Qur’an, Kulihat Tangan (Kekuasaan) Allah Ada dalam Setiap Peristiwa dan Segala Masalah. Tulisan yang secara tidak langsung mengungkapkan bahwa manusia akan terus berjumpa dengan hal-hal yang terjadi, dan selalu ada kuasa Allah Subhanahu wa ta'ala di dalamnya. Karena itu pun, berdoa kepada Allah untuk berlindung dari segala hal yang tak diinginkan dan membahayakan.

Salah satu contoh adalah berlindung kepada Allah dari perbuatan bodoh. Setan menyiapkan perangkap sederhana untuk orang bodoh, tidak perlu menggunakan cara yang berbelit-belit, karena keterbatasan "otak" manusia yang bodoh, maka itu kasat mata, seperti mencuri, mabuk, berzina, dan lain-lain yang sifatnya merugikan orang lain secara sepihak, baik langsung maupun tidak langsung.

Tentu hal tersebut tidak diinginkan terjadi dalam perjalanan hidup seseorang. Salah satu jalan untuk mewujudkan keinginan itu adalah berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dari perbuatan bodoh tersebut.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, terbingkai indah sebuah doa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang dimaksudkan agar terhindar dari perbuatan bodoh dan beberapa hal yang merugikan. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

اللهم أعوذبك أن أضل أو أضل أو أزل أو أزل أو أظلم أو أظلم أو أجهل أو يجهل علي

Allahumma a’udzubika an adhilla aw udhilla aw azilla aw uzalla aw adhlama aw udhlima aw ajhala aw yujhala alayya

Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ketersesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, dan membodohi atau dibodohi." (HR Abu Daud)

Doa tersebut pantas dipanjatkan oleh setiap orang yang menginginkan dirinya selamat dari hal-hal menyesatkan, zalim, serta perbuatan bodoh.

Pada akhirnya Allah Subhanahu wa ta'ala yang menentukan saat terbaik bagi hamba-Nya untuk menerima apa yang dimohonkan. Doa dari hati yang ikhlas tidak akan disia-siakan Allah asal menempuh jalan hidup yang benar.

Oleh: Silmi Adawiya

Mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini