Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama Rumuskan Sikap Pesantren Menghadapi Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 614 2236621 kiai-sepuh-nahdlatul-ulama-rumuskan-sikap-pesantren-menghadapi-covid-19-B3SXaFxnAQ.jpg Pertemuan Kiai Sepuh NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (Foto NU)

KEDIRI - Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama (NU) melakukan pertemuan khusus menyikapi pesantren dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini adalah masa penerimaan santri baru dan beberapa pesantren sudah mulai membuka kembali aktifitasnya.

Rapat penting yang dimoderatori oleh Katib Am PBNU KH. Yahya Cholil Staquf berlangsung di Aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Kamis 25 Juni 2020, dihadiri oleh beberapa Kiai Khos yang hadir dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca juga:  Anjuran Rasulullah Dahulukan Kaki Kanan saat Masuk Masjid

Di antara yang Hadir dari Jawa Timur adalah Rois Am PBNU KH. Miftahul Akhyar, KH. Anwar Mansur, KH. Kafabihi Mahrus, KH. Hasan Mutawakil Alallah, KH. Idris Hamid, KH. Agus Ali Masyhuri, KH. Anwar Iskandar, KH. Ubaidilah Faqih dan KHR. Azzaim Ibrahimy. Sedangkan dari Jawa Tengah adalah KH. Ubaidilah Shodaqoh dan KH. Muadz.

Rapat yang dimulai pada siang dilaksanakan sebagai respons atas situasi di lapangan dimana sudah banyak pesantren memulai aktifitasnya secara mandiri dan masih banyak lagi pesantren yang belum memulai aktifitasnya dikarenakan beberapa hal, di antaranya kesiapan secara mandiri pesantren dalam menjalankan protokol Covid-19 dan masih adanya larangan oleh beberapa pemerintah daerah.

 ilustrasi

KH. Anwar Iskandar yang hadir dalam pertemuan tersebut menjadi kyai pertama yang memberikan pandangannya atas situasi pesantren terkini.

"Dunia memberi pelajaran kepada kita bahwa krisis kesehatan Covid19 saat ini juga merembet pada aspek ekonomi dan ancaman resesi. Ketika manajemen kesehatan dan ekonomi tidak teratasi maka ancamannya adalah kerusuhan (chaos).

Dilapangan pesantren juga mengalami ancaman ekonomi. Maka perlu disuarakan dengan bijak dan arif agar kebijakan anggaran pemerintah berpihak pada pesantren" tegasnya.

KH. Anwar Iskandar menyampaikan harapannya agara Pondok pesantren segera membuka aktifitasnya dengan menggunakan protokol kesehatan.

"Lebih penting lagi harus ada keberpihakan pemerintah kepada pesantren yang memang sangat terdampak. Saya merasa itu hal yang wajar dan hak kita (pesantren) untuk menerima fasilitas dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu kegamangan apakah pesantren harus semuanya membuka kembali aktifitasnya mendapatkan respon dari KH. Hasan Mutawakil Alallah. Kiai pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut menyampaikan bahwa hendaknya pesantren diberikan kebijakan independen apakah pesantren tersebut membuka atau masih menutup aktivitasnya.

"PWNU Jawa Timur telah memberikan wewenang otonom kepada masing-masing pesantren apakah membuka atau masih menutup aktifitas pesantrennya". Jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rois Am PBNU KH. Miftahul Akhyar memberikan pandangan setelah menyimak dengan seksama berbagai pandangan yang hadir.

"Bagi pesantren yang akan kembali membuka kegiatan belajarnya harus mendapat dukungan semua pihak. Maka relasi hubungan dengan pemerintah harus saling percaya, saling memberi dan mendukung" Harap Pemimpin tertinggi NU

Yang tak kalah penting menurut KH. Miftahul Akhyar adalah memaksimalkan potensi internal NU, Lazisnu selama pandemi sudah bergerak baik tinggal memunculkan muharrik baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya