KEDIRI – Pertemuan khusus Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menyikapi pesantren dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Kamis 25 Juni kemarin, menghasilkan tiga kesepakatan.
Katib Am PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan tiga kesimpulan disepakati para kiai sepuh NU.
Pertama adalah memberikan dukungan penuh kepada pesantren yang membuka kembali aktifitas pesantrennya dengan petunjuk protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama Rumuskan Sikap Pesantren Menghadapi Covid-19
Kedua, meminta kepada LAZISNU yang selama ini sudah bergerak dengan gerakan filantropinnya yang luar biasa untuk menciptakan skema bantuan yang fokus membantu pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan.
Ketiga, mendorong Pemerintah untuk lebih menekankan pada kebijakan kuratif dalam program penangan covid-19 seperti membangun sarana fasilitas kesehatan yang lebih baik.
Ketika ditanya apakah keputusan beberapa pondok pesantren yang membuka aktivitasnya tidak berisiko menciptakan klaster baru virus corona, KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan bahwa pesantren telah secara ketat menerapkan protokol kesehatan.