Share

Sumut Siapkan Aturan New Normal untuk Pesantren

Jum'at 26 Juni 2020 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 614 2236660 sumut-siapkan-aturan-new-normal-untuk-pesantren-FIh01yKgmW.jpg ilustrasi (stutterstock)

MEDAN – Pemprov Sumatera Utara sedang menyelesaikan aturan tata kenormalan baru atau new normal untuk pembelajaran di pondok pesantren. Selain itu, juga dicari solusi penerapan protokol kesehatan di lingkungan pesantren.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Plt Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut HM. David Saragih, dan Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Sumatera Utara (BSPPSU).

Pertemuan di Medan, Rabu 23 Juni lalu, membahas pembukaan pondok pesantren di Sumatera Utara yang ditutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Baca juga:Β Bagaimana Hukumnya Perempuan Mengenakan Celana Menurut Islam?

David mengatakan, sesuai Surat Edaran Menteri Agama RI dan Keputusan Bersama Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Mendagri tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, bahwa telah diatur bagaimana pembelajaran tatap muka di pesantren dengan mematuhi protokol kesehatan, membentuk gugus tugas, dan kesehatan santri, guru, dan pengurus dengan melampirkan surat kesehatan dan lain sebagainya.

"Sehingga jika sudah terpenuhi, Keputusan 4 Menteri tersebut menyatakan pesantren bisa dibuka,” kata David yang didampingi Kasi Pondok Pesantren dan Mahad Aly Bidang Pakis Kanwil Kemenagsu Abdul Azhim seperti dikutip dari laman Kemenag, Jumat (26/6/2020).

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, aturan tata kenormalan baru khusus untuk Sumut akan disampaikannya pada 1 Juli 2020. Saat ini, ia masih merampungkan aturan-aturan dari berbagai tinjauan sehingga Sumut siap menyambut kenormalan baru dalam kehidupan warganya.

β€œInsya Allah akan saya sampaikan 1 Juli nanti. Saat ini kita masih dalam merampungkan aturannya, terutama pada pembelajaran pesantren, kita juga akan atur. Idealnya Pesantren itu harus dengan tatap muka karena pesantren lebih menekankan budi pekerti,” ujar Edy.

Gubsu juga berterima kasih kepada pimpinan pondok pesantren dan Kanwil Kemenagsu sebagai regulator karena telah mematuhi protokol kesehatan dengan belum dimulainya pembelajaran secara tatap muka di pondok pesantren di Sumatera Utara.

Ia berharap pengurus pondok pesantren tetap mematuhi protokol kesehatan dan sama-sama memikirkan solusi dengan menyediakan fasilitas kesehatan jika pondok pesantren diizinkan untuk dibuka kembali.

β€œKita sama-sama mencari solusi untuk menerapkan protokol kesehatan di pondok pesantren masing-masing. Harus dipikirkan sarananya, masker santri dan guru, swab atau rapid tesnya. Banyak sekali yang harus dipenuhi, saya juga tidak mau pesantren malah menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, itu yang harus kita antisipasi,” tandasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini