Memberi Nafkah Keluarga Akan Mendapat Penghalang Siksa Neraka

Hantoro, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 21:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 330 2239138 memberi-nafkah-keluarga-akan-mendapat-penghalang-siksa-neraka-QU09mTc6YQ.jpg Ilustrasi bekerja. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

SEORANG Muslimin yang memberikan nafkah ke keluarganya akan mendapat penghalang dari siksa neraka. Lalu bekerja mencari nafkah merupakan sebuah ibadah yang pahalanya sangat besar dan dinilai sebagai sedekah. Nafkah yang diberikan akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dengan rezeki yang lebih baik.

Mengutip dari laman resmi MUI, Selasa (30/6/2020), sebagaimana riwayat Adi bin Hatim berkata:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya: "Selamatkanlah diri kalian dari neraka walau hanya melalui sedekah dengan sebelah kurma." (HR Bukhari Nomor 1417) 

Sementara riwayat Aisyah Radhiyallahu anha berkata:

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Artinya: "Ada seorang ibu bersama dua putrinya menemuiku meminta makanan, akan tetapi ia tidak mendapati sedikit makanan pun yang ada padaku kecuali sebutir kurma. Maka aku pun memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya, dan ia tidak makan kurma itu sedikit pun. Setelah itu ibu itu berdiri dan pergi keluar. Lalu masuklah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka aku pun mengabarkannya tentang ini, lantas Beliau bersabda, 'Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka'." (HR Bukhari Nomor 1418 dan Muslim Nomor 2629)

Sementara Ummu Salamah, istri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ عَلَى ابْنَتَيْنِ أَوْ أُخْتَيْنِ أَوْ ذَوَاتَىْ قَرَابَةٍ يَحْتَسِبُ النَّفَقَةَ عَلَيْهِمَا حَتَّى يُغْنِيَهُمَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ يَكْفِيَهُمَا كَانَتَا لَهُ سِتْراً مِنَ النَّارِ

Artinya: "Barang siapa mengeluarkan hartanya untuk keperluan kedua anak perempuannya, kedua saudara perempuannya, atau kepada dua orang kerabat perempuannya dengan mengharap pahala dari Allah, lalu Allah mencukupi mereka dengan karunia-Nya, maka amalan tersebut akan membentengi dirinya dari neraka." (HR Ahmad 6: Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini dhoif) 

Dua hadis tersebut menerangkan keutamaan memberi nafkah kepada anak perempuan karena mereka berbeda dengan anak laki-laki yang bisa mencari nafkah, sedangkan perempuan asalnya di rumah.

عن أبي هُريرةَ ؛ قالَ : بَيْنَا نحنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ منَ الثَنِيَّةِ ، فَلَمَّا رَمَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا ، قُلْنَا : لَوْ أنَّ ذَا الشَّابَّ جَعَلَ نَشَاطَهُ وَشَبَابَهُ وقوَّتَهُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ؛ فقالَ : ” ومَا سَبِيلُ اللَّهِ إلاَّ منْ قُتِلَ ؟ ، مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى مُكَاثِراً ؛ فَفِي سَبِيلِ الشَّيطَانِ ”

Artinya: "Dari abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada saat kami bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang pemuda dari lembah. Ketika kami terfokus kepadanya, kami berkata, 'Semoga pemuda itu menjadikan kerajinannya, kepemudaannya, dan kekuatannya di jalan Allah.' Rasulullah mendengar ucapan kami, lalu Beliau bersabda: 'Apakah yang dinilai syahid hanya orang yang wafat di meda perang? Barang siapa yang bekerja untuk kedua orangtuanya, maka dia di jalan Allah, barang siapa yang bekerja untuk keluarganya maka ia di jalan Allah, barang siapa bekerja hanya untuk memperbanyak harta maka dia di jalan syaithan. Sungguh mulianya orang yang bekerja untuk memenuhi kehidupan keluarganya, jika ia mati dalam bekerja maka ia dinilai syahid'." 

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini