Dosa yang Azabnya Disegerakan Allah Selain Durhaka pada Orangtua

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 330 2239694 dosa-yang-azabnya-disegerakan-allah-selain-durhaka-pada-orangtua-4fXyrfHTDl.JPG KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: YouTube/@Al-Bahjah TV)

SEBAGAI manusia, tentunya kita tak luput dari kesalahan ataupun dosa. Sebagai makhluk yang tak sempurna, tentunya ada saja celah-celah yang mungkin dengan sadar atau tak disadari menjadi ladang dari dosa. Tak sedikit pula manusia yang masih belum menyadari bahwa dirinya merugi lantaran masih terjerumus dalam lubang dosa dan kemaksiatan. Tentunya, baik hal terpuji hingga tercela semuanya akan dipertanggungjawabkan saat di akhirat nanti.

Namun, tahukah bahwa terdapat dosa-dosa yang azabnya langsung disegerakan oleh Allah saat di dunia? Selain dosa akibat durhaka kepada orang tua, nyatanya masih terdapat dosa lainnya yang tergolong dalam azab yang disegerakan Allah. Dilansir dari channel YouTube Al-Bahjah TV, KH. Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan terkait dosa tersebut. Di antaranya adalah memutus tali silaturahmi.

Baca juga: Kisah Wanita Pejuang Feminisme hingga Akhirnya Memeluk Islam

“Dosa yang disebutkan oleh baginda Nabi tentang hukumannya yang langsung dirasakan di dunia adalah durhaka kepada orangtua, termasuk di antaranya (terkait itu) yakni memutus tali silaturahmi. Sehingga para sahabat Nabi paling tidak mau dekat dengan orang yang memutus tali persaudaraan (dan durhaka kepada oran tua). Jangan dekat-dekat, karena azab akan Allah turunkan kepadanya,” jelas Buya Yahya.

Ia menambahkan, bahwasanya dosa-dosa yang manusia lakukan pada dasarnya akan ditunda pembalasannya hingga nanti di akhirat. Terlepas dari dosa durhaka pada orangtua yang sudah tertulis dalam hadits bahwa akan dibalas dengan azab dunia.

Sebagian ulama berpendapat bahwa dosa lainnya yang jika dihukum di dunia itu akan membebaskan hukuman di akhirat kelak, karena pada dasarnya Allah sangat pantang menghukum seorang hamba dua kali (dunia dan akhirat). Dicontohkan sahabat Nabi yang melakukan zina mengaku minta dirajam, agar membebaskan siksaannya di akhirat.

Lebih lanjut, Buya Yahya itu menjelaskan, dosa yang dilakukan oleh seorang hamba ada tiga cara pengampunannya.

“Pertama, istighfar kita mohon ampun dan Allah akan mengampuninya begitu saja. Yang kedua, Allah jadikan hukuman agar diampuni, hukuman ada dua di dunia dan di akhirat. Hukuman yang dilakukan di dunia, tidak akan dihukum lagi di akhirat. Seperti misalnya orang yang berzina dirajam, maka tak akan dihukum di akhirat, begitupun orang yang mencuri di potong tangannya, juga tak akan dihukum di akhirat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini