PETIR dan guntur merupakan salah satu bukti kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Tidak hanya makhluk bernyawa, Allah Ta'ala juga kuasa mengatur dan menggerakkan benda mati sesuai kehendak-Nya.
Mengutip dari Sindonews, Jumat (3/7/2020), gejala alam seperti petir dan gemuruh pada musim hujan merupakan satu dari banyak ciptaan-Nya yang layak direnungi dan diambil pelajaran. Bagaimana langit mengeluarkan suara dan kilatan hingga mengeluarkan hujan adalah salah satu keajaiban ciptaan Allah Ta'ala.
Baca juga: Doa ketika Hujan dan Mendengar Petir
Sebagaimana diketahui, petir adalah kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif dan negatif. Sedangkan guntur adalah suara menggelegar di udara disebabkan oleh halilintar.
Terkait fenomena petir dan guntur ini, Dewan Syura Majelis Rasulullah (MR) Al Habib Nabiel bin Fuad Al Musawa menyampaikan sebuah ayat dalam kitab suci Alquran. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ
Artinya: "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS An-Nur: 43)
Habib Nabiel menerangkan, hujan di siang hari sampai sore hari adalah sebab terbentuknya daerah konvergen atau tempat berkumpulnya massa udara yg membentuk awan konvektif. Awan konvektif menjadi awan kumulonimbus yang menyebabkan hujan lebat turun disertai petir. Bahkan juga pertanda munculnya angin puting-beliung (gust) pada awan kumulonimbus yang tiba-tiba menjadi gelap.
Baca juga: Mulai Besok Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2020
Teori sederhananya, udara yang dipanaskan oleh matahari naik membawa molekul-molekul air yang menguap di dalamnya. Ketika udara yang naik ini mencapai ketinggian 2 sampai 3 kilometer, udara tesebut bersentuhan dengan lapisan udara dingin.
Saat kenaikan udara, kristal-kristal es yang terbentuk dalam awan melepaskan energi listrik statis yang terbentuk sebab pergesekan. Energi listrik ini mengandung unsur positif (+) di lapisan atas awan dan unsur negatif (-) di lapisan bawah. Ketika awan cukup terisi untuk mengionisasi udara, petir pun meledak.