Meski begitu lanjut Buya Yahya, kebohongan demi kebaikan itu nantinya tidak membawa kemudharatan di kemudian hari. Sehingga faktor kehati-hatian dan kecermatan patut diperhatikan.
"Yang dimaksudkan dengan mudharat misalnya kita mengada-adakan pemberitaan yang jelas sama sekali tidak diungkapkan oleh kawan lainnya. Sehingga ungkapan tersebut akan dicari kebenarannya bilamana tidak sesuai maka akan ketahuan telah berbohong," ujar dai lulusan Universitas Al-Ahgaff ini.
Kemudharatan yang dimaksud ialah keburukan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain akibat kebohongan itu. Sehingga apabila seorang muslim diperkenankan berbohong demi kebaikan, dapat harus dipastikan dulu bahwa perkara itu tidak membawa kemudharatan terhadap pihak-pihak terkait.
(Rizka Diputra)