Mosaik Hagia Sophia Akan Ditutup ketika Waktu Sholat

Selasa 14 Juli 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 614 2245963 dipakai-sholat-mosaik-hagia-sophia-akan-ditutup-D2WQY0tvtX.jpg Hagia Sophia. (Foto: Unsplash)

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan telah resmi menandatangani dekrit perubahan status Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Bangunan bersejarah itu pun akan kembali menggelar ibadah umat Islam, salah satunya sholat berjamaah.

Pemerintah Turki menyatakan mosaik di Hagia Sophia akan ditutup menggunakan tirai atau laser selama kaum Muslimin menunaikan sholat di sana. Kebijakan itu diumumkan Omer Celik, juru bicara Partai AKP yang berkuasa di Turki.

Baca juga: Hagia Sophia Dikembalikan Jadi Masjid Usai Keputusan Pengadilan 

"Sejumlah ikon Kristen akan dibuka untuk semua pengunjung pada saat selain waktu sholat, dan pengunjung tidak dikenakan biaya," ungkap Omer Celik, dikutip dari Sindonews, Selasa (14/7/2020).

Belum dijelaskan bagaimana laser itu akan diterapkan untuk menutupi mosaik Hagia Sophia. Pekan lalu, Pengadilan Turki menetapkan bahwa bangunan bersejarah ini diubah menjadi museum pada 1934 secara ilegal dan Erdogan mengembalikan fungsinya sebagai masjid.

Hagia Sophia. (Foto: Istimewa)

Erdogan mengatakan sholat pertama di Hagia Sophia akan digelar dalam dua pekan ke depan. Langkah Turki ini mendapat kecaman internasional, termasuk dari Yunani, Amerika Serikat, Rusia,, UNESCO, dan Paus Fransiskus yang merasa sedih akibat keputusan tersebut.

Yunani mengecam keputusan ini dan menyatakan tindakan tersebut dapat merusak hubungan kedua negara, serta hubungan Turki dengan Uni Eropa.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan kecewa dengan langkah Turki itu.

Baca juga: Muslim Turki Sambut Gembira Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid 

Ketua Partai Liga, sayap kanan di Italia, Matteo Salvini, memimpin unjuk rasa di depan Konsulat Turki di Kota Milan untuk menentang keputusan tersebut.

"Saya akan menghentikan semua jenis bantuan dana kepada rezim Turki dan saya akan menghentikan untuk semua hipotesis Turki masuk Uni Eropa karena kita telah memberi lebih dari 10 miliar euro untuk rezim yang mengubah gereja menjadi masjid dan saya pikir mereka telah melampaui batas," kata Salvini.

UNESCO menyatakan pihaknya akan meninjau ulang status monumen itu sebagai Situs Warisan Dunia setelah pengumuman Erdogan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan pihaknya terkejut dengan reaksi UNESCO dan akan memberi tahu langkah selanjutnya yang akan diambil terkait Hagia Sophia.

Baca juga: Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Erdogan: Seperti Diinginkan Al Fatih 

Hagia Sophia. (Foto: Unsplash)

Hagia Sophia merupakan gereja di era Bizantium selama sembilan abad sebelum Ottoman mengubahnya menjadi masjid.

Pemerintah Turki menyatakan sangat sensitif dalam melindungi karakter sejarah bangunan itu.

"Kita harus melindungi warisan pendahulu kita. Fungsinya bisa seperti ini atau cara itu, itu tidak masalah," papar Cavusoglu.

Baca juga: Kembalikan Hagia Sophia Jadi Masjid, Erdogan: Pintunya Terbuka untuk Semua Orang 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini