Bergaya bak Samurai, Felix Siauw Bicara soal Haters

Rabu 15 Juli 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 330 2246983 bergaya-bak-samurai-felix-siauw-bicara-soal-haters-xqUwkU7E9f.jpg Ustadz Felix Siauw berpose seperti samurai (Instagram @felixsiauw)

PENDAKWAH Ustadz Felix Siauw berbicara tentang haters atau pembenci yang sering mencari kesalahan bahkan mengolok-olok orang lain yang dibencinya. Felix juga memberi solusi bagaimana menghadapi para haters.

Menurut Felix, mereka yang dikuasai kebencian selalu akan menemukan cara untuk membenci, mengeluarkan kalimat untuk menyakiti, narasi untuk memfitnah, bahkan mengarang untuk menuduh.

“Sebagaimana api selalu perlu kayu bakar, begitulah kedengkian selalu menuntut untuk dipuaskan dengan amarah, ia merasa tinggi dengan merendahkan, merasa benar dengan berbuat kasar,” kata dia melalui akun Instagramnya @felixsiauw yang dipantau Okezone, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Mengenal Wasit Perempuan Muslim Pertama di Sepakbola Inggris

Uniknya dalam unggahan tersebut, Ustadz Felix menyertakan satu foto dirinya berpose bak pendekar samurai dengan pakaian tradisional Jepang. Ia duduk bersandar dengan satu tangan memegang pedang, satu tangan lagi diletakkan di paha.

“Mengejek semacam penghargaan, mengolok-olok adalah hiburan, mencari-cari cela jadi pencapaian hidup. Melihat kesulitan orang lain adalah penyemangat hari-harinya,” lanjut Felix.

Apa yang paling tak disukai haters?

“Melihat anda tak terhenti dan terus berkarya, terus menerus memberi manfaat, berkembang tanpa henti, ber-progress dalam ketaatan, konsisten dalam langkah-langkah kebaikan. Mengetahui bahwa ejekan, tuduhan, fitnah yang mereka sebar tak berpengaruh, bahwa anda berdaulat atas hati dan pikiran. Dan tetap berlaku positif pada mereka yang penuh kebencian,” tulis Felix.

Sebagaimana iblis yang tak suka dilaknat sendirian, haters itu pathetic, full of negativity, hopeless, campuraduk. Mereka nggak mau sendiri, mereka juga mau semua merasakan itu.

Apa balasan kita pada mereka?

“Jangan mendebat, jangan membenci, apalagi menyakiti. You're feeding them, giving them reasons to hate more. Bahkan menjadikan diri kita sebarisan dengan mereka, para pembenci. Bila kebencian adalah racun bagi mereka yang penuh cinta, maka cinta adalah obat bagi para pembenci. Ketika anda membalas benci dengan kasih, itu pedih bagi mereka, sekaligus penawarnya,” tulisnya.

Siapapun yang ingin berusaha ada di jalan kebaikan, sudah harus paham dari awal bahwa jalan ini bakal berisik, penih gangguan, penuh tuduh dan fitnah, itu sudah pasti adanya.

“Diamlah, maka engkau bisa jadi selamat dari nyinyir atau bully manusia. Tapi orang yang diam saat dia tahu yang benar itu, tak ada bedanya seperti setan yang bisu. Maafkan saja, ringankan saja. Jangan pernah meminta agar manusia berhenti berbicara tentang anda. Tapi mintalah kepada Allah, agar kuatkan jiwa, teguhkan asa,” kata Felix.

Dia melanjutkan, “Ada waktunya, ada tempatnya, pastinya. Di mana tiap-tiap lisan dan tulisan akan dibalas sesuai kadarnya. Yang perlu kita pastikan aman, adalah lisan dan tulisan kita, bukan orang lain.”

Ungguhan ini langsung ditanggapi para penggemarnya. Sudah disukai lebih dari 121 ribu kali dan dibubuhi berbagai komentar. Ada yang memuji kata-katanya, ada juga yang mempertanyakan kenapa Felix bergaya bak pendekar samurai.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini