Apa Sih Hukum Memasang Kawat Gigi?

Ade Naura, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 330 2247938 apa-sih-hukum-memasang-kawat-gigi-j4jKT2FhZ8.jpg Ilustrasi (Foto: Yubacitydentistry)

MENGUBAH sesuatu yang telah diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala haram hukumnya. Tapi apabila harus merubah sesuatu demi kesehatan tubuh atau fisik apakah diperbolehkan? Salah satunya dengan memakai kawat gigi, bagaimana hukumnya menurut pandangan Islam?

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, jika tujuannya adalah untuk merapikan gigi yang tidak rapi, ada hajat maka hal tersebut boleh saja dilakukan.

Sebab, jika susunan gigi tidak rapi efeknya kotoran mudah melekat pada gigi dan bisa menjadi sakit di kemudian hari. Karena ada hajat dan darurat semacam ini, dengan adanya tujuan untuk merapikan gigi, maka hukum memasang kawat gigi alias behel adalah mubah atau boleh.

“Tapi yang tidak diperkenankan adalah kawat gigi untuk memperindah. Memperindah itu bukan suatu hal yang terlarang, tetapi jika sudah dilarang oleh Nabi ya jangan dilakukan," kata Buya Yahya, dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV.

Baca juga: Baca Ini agar Nabi Jamin Doamu Dikabulkan Allah Ta'ala

Maka jika memasang behel dengan tujuan lain yang tidak bermanfaat jelas dilarang oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Apalagi bila sampai ditambah-tambahkan dan mengubah dengan niat mempercantik diri yang mengarah pada tindakan berlebihan.

Imam An-Nawawi mengatakan:

وأما قوله:(المتفلجات للحسن) فمعناه يفعلن ذلك طلباً للحسن، وفيه إشارةٌ إلى أن الحرام هو المفعول لطلب الحسن، أما لو احتاجت إليه لعلاجٍ أو عيبٍ في السن ونحوه فلا بأس

Artinya: "Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan” artinya, dia melakukan hal itu untuk mendapatkan penampilan yang baik. Dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa yang diharamkan adalah melakukan perenggangan gigi untuk memperindah penampilan. Namun jika dilakukan karena kebutuhan, baik untuk pengobatan atau karena cacat di gigi atau semacamnya maka dibolehkan,” (Syarh Shahih Muslim, 14/107).

Sedangkan merujuk pada pendapat Imam Asy-Syaukani tentang hukum memakai perhiasan yang tidak ada dalil nashnya, seperti behel/kawat gigi, beliau menyebutkan sebagai berikut:

قول: الأصل الحل كما يفيده قوله عزوجل: {هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ} [البقرة: 29] ، وقوله: {قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ} [الأعراف: 32] ، فلا ينقل عن هذا الأصل المدلول عليه بعموم الكتاب العزيز إلا ما خصه دليل ولم يخص الدليل إلا الأكل والشرب في آنية الذهب والتحلي بالذهب للرجال فالواجب الاقتصار على هذا الناقل وعدم القول بما لا دليل عليه بما هو خلاف الدليل ولم يرد غير هذا فتحريم الاستعمال على العموم قول بلا دليل وما كان ربك نسيا.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Artinya: "Hemat kami, pada prinsipnya semua itu boleh seperti dikatakan firman Allah “Dia yang menciptakan segala apa yang di bumi untuk kalian,” (Al-Baqarah ayat 29) dan “Katakan, siapakah orang yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik,” (Al-A’raf ayat 32). Belum ada nukilan makna umumnya lafal ayat Alquran di atas dari prinsip ini kecuali dalil lain yang membatasinya. Sementara ini tidak ada yang membatasi dalil di atas kecuali hadits yang melarang untuk makan dan minum di wadah terbuat dari emas maupun perak, dan perhiasan emas bagi pria.

Karenanya, kita harus membatasi diri pada nukilan di atas; dan tidak perlu berpendapat tanpa dalil yang justru bertentangan dengan dalil yang sudah ada. Sedangkan dalam masalah ini, belum ada dalil lain selain dalil di atas. Karenanya, pengharaman terhadap penggunaan perhiasan itu berdasarkan umumnya dalil di atas, merupakan pendapat tanpa dasar. Tuhan sendiri bukan pelupa," (Asy-Syaukani, As-Sailul Jarrar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iqil Azhar, Daru Ibnu Hazm).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya