Begini Status Ahli Waris Perempuan Sebelum Diutus Nabi Muhammad

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 330 2248492 begini-status-ahli-waris-perempuan-sebelum-diutus-nabi-muhammad-HvMhwcsPrd.jpg Ilustrasi (Pinterest)

WAKIL Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, pada masa jahiliyah sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah, hukum waris tidak merata atau perempuan dianggap tak berhak mendapatkannya. Hal ini berbeda sekali setelah Nabi Muhammad diutus. Perempuan memiliki hak waris dan derajatnya terangkat.

“Pada fase sebelum Islam, yakni fase jahiliah pembagian harta warisan dilakukan dengan memakai dua sistem, yaitu sistem keturunan dan sistem sebab,” ujarnya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, pada sistem pra Islam tersebut dominasi kekuasaan dan harta berada di tangan laki-laki dewasa. Termasuk dalam pembagian warisan, sangat tidak berpihak kepada perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Sebelum Wafat Rasulullah Sempat Berwasiat ke Umat di Ghadir Khum, Begini Isinya

Kemudian pada masa jahiliah, tradisi pembagian waris bersifat patrilinear, artinya anak-anak dan kaum perempuan tidak berhak mendapatkan harta warisan. Sekalipun mereka sebenarnya adalah ahli waris, perlakuan kepada perempuan saat itu sangat zalim.

“Perempuan dianggap sampah, aib, hal yang tercela di mana tidak ada kebanggaan didalamnya, termasuk perlakuan tentang waris,” katanya.

Saat itu mereka mengharamkan kaum perempuan menerima harta warisan, sebagaimana mengharamkan kepada anak-anak kecil. Bahkan parahnya lagi, sebagian kaum jahiliah menganggap dan memperlakukan perempua janda yang ditinggal mati, termasuk harta yang dapat diwariskan pada ahli waris suaminya.

“Tentunya ahli waris tersebut adalah berdasarkan perjanjian kesetia-kawanan, anak- anak adopsi, dan pertalian kekerabatan dari qobilah atau kelompok relasi suami yang meninggal semasa hidup, sangat jauh dari rasa keadilan dan kesetaraan,” tuturnya.

Baca juga: 5 Amalan Sangat Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah, Nomor 4 Paling Ringan Dikerjakan

Bahkan di dalam Alquran perilaku mereka yang memandang sebelah mata, para perempuan diabadikan dalam Surah An-Nahl ayat 57 -59. Bagaimana mereka merasa malu ketika ternyata mendapatkan keturunan perempuan dalam keluarganya, hingga dianggap sebagai aib atau kehinaan. Sehingga mereka tidak segan-segan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan tersebut.

Allag Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Artinya: “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 57-59)

“Posisi perempuan pada pra Islam (Jahiliah) sangat tidak berarti, dilecehkan dan direndahkan. Woman trafficking, perdagangan perempuan sebuah hal biasa, berbeda dengan status laki-laki yang sangat diistimewakan,” ucapnya.

“Anak perempuan hanya punya dua alternatif pilihan hidup, memohon hidup dengan menanggung kehinaan, dianggap sampah atau dikubur hidup-hidup, sebagai upaya pencegahan aib keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut, jika mereka hidup pun maka para perempuan akan menjadi buruh, menjadi budak, dimanfaatkan tenaga untuk keperluan hidup dan kesenangan serta hawa nafsu.

“Sangat tidak beradab, sangat tidak berpihak pada hakikat perempuan dan wanita sebagai kodrat calon ibu atau wanita yang harus kita jaga dan hormati, serta lindungi,” pungkasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya