“Posisi perempuan pada pra Islam (Jahiliah) sangat tidak berarti, dilecehkan dan direndahkan. Woman trafficking, perdagangan perempuan sebuah hal biasa, berbeda dengan status laki-laki yang sangat diistimewakan,” ucapnya.
“Anak perempuan hanya punya dua alternatif pilihan hidup, memohon hidup dengan menanggung kehinaan, dianggap sampah atau dikubur hidup-hidup, sebagai upaya pencegahan aib keluarga,” tambahnya.
Lebih lanjut, jika mereka hidup pun maka para perempuan akan menjadi buruh, menjadi budak, dimanfaatkan tenaga untuk keperluan hidup dan kesenangan serta hawa nafsu.
“Sangat tidak beradab, sangat tidak berpihak pada hakikat perempuan dan wanita sebagai kodrat calon ibu atau wanita yang harus kita jaga dan hormati, serta lindungi,” pungkasnya.
(Salman Mardira)