Strategi Arab Saudi Gelar Ibadah Haji 2020 Dinilai Tepat

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 614 2255516 strategi-arab-saudi-gelar-ibadah-haji-2020-dinilai-tepat-rQY5ZDcN5R.JPG Jamaah haji melakukan thawaf mengelilingi Kakbah (Foto: Twitter/@HaramainInfo)

ARAB Saudi menuai pujian global karena dianggap berhasil menyelenggarakan haji tahun ini di tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19. Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat dibatasi demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sejak berdirinya, Kerajaan Arab Saudi telah bekerja melayani jamaah haji dan memastikan layanan berkualitas tinggi selama haji. Perluasan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah bukti ketajaman Saudi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah haji.

Duta Besar India untuk Saudi, Ausaf Sayeed mengatakan, ritual haji 2020 sangat unik imbas pandemi global. Setiap tahun lebih dari 200.000 jamaah haji dari India melakukan haji. Menurutnya, adalah tugas yang sangat sulit mengatur ibadah haji tahun ini seraya memastikan perlindungan kesehatan jamaah haji.

"Kami akan melalui salah satu saat paling menantang dalam sejarah umat manusia dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang telah memengaruhi sekitar 15 juta orang di seluruh dunia," kata Sayeed, menukil laman Arab News, Sabtu (1/8/2020).

Menurutnya, seruan untuk membatasi haji bagi peziarah domestik di Arab Saudi berarti misi haji India memiliki peran terbatas, hanya menyambut beberapa jamaah India di Kerajaan.

Baca juga: Pemimpin Muslim Ucapkan Selamat ke Raja Salman atas Layanan Haji yang Luar Biasa

Dia mengatakan, pemerintah Arab Saudi yang membuat peraturan rumit untuk melindungi peziarah haji memberi mereka pengalaman unik dalam hal kepuasan spiritual.

Pengaturan haji dimulai lebih awal dan misi diplomatik mulai mengerjakan proyek mereka jauh sebelum musim haji dimulai.

"Sebelum pecahnya Covid-19, Kantor Haji India telah membuat kemajuan yang baik dalam membuat pengaturan untuk haji 2020, termasuk mempekerjakan akomodasi, bus dan layanan transportasi, pengadaan barang untuk peziarah dan kontrak untuk layanan lainnya," terang dia.

“Faktanya, kami memulai persiapan haji 2020 segera setelah haji terakhir selesai. Kami mengikuti saran dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi sehubungan dengan pandemi dan menawarkan kerja sama penuh kami kepada pihak Saudi untuk keputusan apa pun yang mungkin diambil oleh kepemimpinan demi kepentingan keseluruhan jamaah haji," papar Sayeed.

"Tahun lalu, kami memiliki catatan jumlah 200.000 peziarah India yang melaksanakan ibadah haji, berkat keputusan murah hati Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk meningkatkan kuota haji untuk India sebesar 30.000," paparnya.

Sayeed menambahkan, pengaturan haji sangat rumit dan membutuhkan koordinasi erat dengan berbagai lembaga di Kerajaan, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, yang selalu sangat kooperatif.

“Kami juga menerima dukungan luar biasa dari Gubernur Makkah dan Madinah serta lembaga penerbangan sipil dan keamanan di Bandara Jeddah dan Madinah, yang memungkinkan kami membuat pengaturan penerbangan yang lancar pada saat kedatangan dan keberangkatan jamaah haji," tutur Sayeed.

“Saya telah mengikuti pengaturan haji di Kerajaan sejak 1995, ketika saya pertama kali ditempatkan di sini sebagai konsul. Saya telah memerhatikan bahwa secara progresif, telah terjadi transformasi lengkap dalam infrastruktur terkait haji dan fasilitas yang diperluas ke jamaah haji. Ini adalah kepentingan pribadi yang diambil oleh Penjaga Dua Masjid Suci dan kepemimpinan dalam pengaturan haji yang membuat semua perbedaan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini