Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilai Karakter Seseorang Melalui 4 Perkara

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2020 |18:56 WIB
Menilai Karakter Seseorang Melalui 4 Perkara
Habib Abdul Qadir bin Zaid Ba'abud (Foto: Instagram)
A
A
A

ADA pepatah barat mengatakan “Don’t judge a book by its cover” atau yang dimaknai adalah untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilannya saja. Karena, untuk menilai baik tidaknya karakter seseorang tidak hanya dapat dilihat dari satu sisi pandangan saja, namun ternyata terdapat beberapa aspek yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai seseorang.

Pimpinan Majelis Taklim dan Sholawat Nurul Musthofa, Krejengan, Probolinggo, Jawa Timur, Habib Abdul Qadir bin Zaid Ba'abud mengatakan, terdapat empat perkara yang perlu diperhatikan untuk menilai karakterisitik seseorang.

Pertama, yakni lisan. Tutur kata seseorang dapat secara tidak langsung menggambarkan bagaimana karakter dirinya yang sebenarnya. Karakter buruk seseorang terlihat dari ketidakmampuan menjaga lisan, yang dapat berubah bak setajam pisau sehingga mampu melukai atau menyinggung orang lain.

Baca juga: Membangun Optimisme Hidup dengan Banyak Bersyukur atas Nikmat Allah

“Pertama, lihat lisannya bagaimana, karena lisan mewakili bagaimana dirinya. Kedua, utusannya. Orang itu bisa dinilai dari utusannya, karena orang itu enggak akan ngutus kecuali dengan orang yang mirip dengan dia,” kata Habib Abdul Qadir, dikutip dari channel YouTube resminya, Senin (10/8/2020).

Perkara kedua yakni dilihat dari utusannya. Seperti halnya anak buah, prajurit atau pesuruh yang dimiliki oleh seseorang yang berkekuasaan tinggi tentu akan bersikap sebagaimana sifat asli dari junjungannya. Seorang utusan bersikap bengis tak mungkin sejalan atau bersanding dengan seorang pemimpin bijak, dan begitupun sebaliknya.

“Ketiga, hadiah. Orang itu bisa dilihat dari segi hadiahnya, bisa dibaca dari segi cara memberi atau bentuk hadiah yang dia berikan. Karena hadiah yang diberikan adalah bentuk dari jati dirinya,” ucap pendakwah asal Probolinggo ini.

Keempat, yakni dilihat dari status atau postingan dia di media sosial. Seperti yang kita ketahui, kemajuan zaman memengaruhi kecanggihan teknologi yang akhirnya melahirkan segala kebiasaan baru yang berbasis dengan perangkat seluler dan koneksi internet. Tentunya, manusia zaman ini tak terlepas dari kehidupan dunia maya atau sosial media.

Baca juga: Ini Doa ketika Dizalimi, Insya Allah Makbul

Segala aktivitas kini dapat disuguhkan kepada orang banyak tanpa harus bertemu langsung. Dari sinilah yang dapat menjadi tolak ukur untuk menilai seseorang. Perkataannya di sosial media, apa yang ia bagikan, dapat menjadi bagian-bagian penting yang secara ringkas menggambarkan karakter orang tersebut.

“Lihat statusnya, status di sosial medianya, tulisannya lihat. Orang itu bisa dilihat dari cara menulisnya. Terkadang ada orang yang semuanya diceritain. Kalau zaman sekarang, tinggal lihat saja akun sosial medianya,” tutupnya.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement