Kelebihan Harusnya Disyukuri, Bukan untuk Sombong

Ade Naura, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 330 2261183 kelebihan-harusnya-disyukuri-bukan-untuk-sombong-5imPZuBhVE.JPG Ilustrasi (Foto: Upswardsleader)

SERINGKALI manusia lalai dalam bersyukur atas apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala anugerahkan kepada dirinya. Kelebihan yang dimiliki merupakan sesuatu sepatutnya disyukuri.

Namun, banyak orang justru menampakkan kesombongan atas kelebihan yang diberikan oleh Allah. Sifat inilah yang biasa disebut congkak atau sombong.

Dai kondang Ustadz Khalid Basalamah merngatakan, orang sombong yang gemar membanggakan diri sangat merugikan dirinya. Sebab, sombong atau congkak merupakan sifat buruk yang bisa jadi terbentuk dari kecil atau faktor lingkungan pergaulan.

Kelebihan yang diberikan oleh Allah misalnya paras cantik atau tampan, kepintaran, maupun kekayaan sepatutnya nikmat atau anugerah yang wajib disyukuri, bukan untuk disombongkan.

Baca juga: Kisah Bongkahan Batu yang Selalu Mengucap Salam kepada Rasulullah

“Ini semua bukan untuk berbangga-bangga dan bukan untuk sombong. Tapi itu semua untuk disyukuri dan ditutupi bukan malah dipamer. Karena memamerkan sesuatu bisa mengundang hasad orang lain,” kata pendakwah kelahiran Makassar ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

Artinya: “Maukah kau aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong),“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain,“ (HR. Muslim no. 91).

Ustadz Khalid mengimbau umat Islam agar senantiasa berhati-hati di era modern seperti saat ini, seperti memamerkan foto-foto di media sosial yang menonjolkan keunggulan fisik dan lain sebagainya.

”Karena orang suka berbangga, ketika beribadah bisa jadi riya, kalau untuk kelebihan dunia bisa mengundang hasad orang lain,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini