Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arab Saudi Umumkan 1.521 Kasus Baru Covid-19, 34 Pasien Meninggal

Hantoro , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |08:45 WIB
Arab Saudi Umumkan 1.521 Kasus Baru Covid-19, 34 Pasien Meninggal
Ilustrasi virus corona (covid-19). (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan Arab Saudi mengumumkan terdapat 1.521 kasus baru virus corona (covid-19) per Selasa 11 Agustus 2020. Masing-masing sebanyak 101 kasus terdeteksi di Kota Riyadh, 88 ditemukan di Makkah, dan 75 di Dammam.

Kemudian ada 65 kasus baru covid-19 di Hufof dan Madinah, 51 di Jazan, 45 di Hail, serta masing-masing 39 di Mobarraz, Yanbu, dan Jeddah. Infeksi lainnya tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi.

Baca juga: Masya Allah, Masjid Al Falah Sragen Beri Internet Gratis untuk Belajar Online 

Arab Saudi. (Foto: Shutterstock)

Kasus covid-19 di Arab Saudi pun secara secara total ada 291.468. Angka tersebut termasuk 33.117 kasus aktif yang menerima perawatan medis. Sebanyak 1.821 pasien di antaranya berstatus kritis, sedangkan sisanya dalam kondisi kesehatan stabil.

Sebagaimana dikutip dari SPA, Rabu (12/8/2020), lalu ada sebanyak 1.640 pasien pulih dari covid-19. Jadi, total pemulihan mencapai 255.118 orang.

Sementara angka kasus baru pasien meninggal ada 34 orang. Sehingga total pasien terpapar virus corona yang wafat menjadi 3.233 orang.

Baca juga: 3 Amalan Penting di Bulan Muharam, Yuk Laksanakan 

Sedangkan beberapa waktu lalu para delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan selamat kepada Arab Saudi atas penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M yang bebas dari virus corona (covid-19).

Mereka menyatakan kekaguman atas tindakan pencegahan yang diambil Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan keselamatan jamaah haji.

Baca juga: Ini Dosa bagi Perempuan yang Mengumbar Aurat dan Berpakaian Ketat 

Ilustrasi virus corona (covid-19). (Foto: Unsplash)

Melalui Abdallah Al Mouallimi, perwakilan tetap Arab Saudi untuk PBB, para peserta mengucapkan terima kasih karena telah mempertemukan para duta besar dan pejabat senior PBB dari berbagai agama serta budaya dalam momentum Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Al Mouallimi berterima kasih kepada para utusan, pejabat PBB, serta perwakilan negara sahabat karena telah bergabung dalam kegiatan virtual yang diharapkan dapat berkontribusi untuk lebih memperkuat komunikasi dan solidaritas antarnegara.

Ia mencontohkan, Idul Adha menandai puncak musim haji, mempertemukan jutaan umat Islam dari seluruh dunia dalam mengekspresikan perasaan persatuan, solidaritas, dan kemanusiaan mereka.

Baca juga: Kenapa Kalender Islam Diawali Bulan Muharram? Begini Sejarah Penetapan Tahun Hijriah 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement